Tags Posts tagged with "Vaksin Covid-19"

Vaksin Covid-19

0 62

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, menyampaikan, ketersediaan vaksin jenis Moderna yang ada di Sulsel juga diperuntukan bagi penderita komorbid, yang belum divaksin tahap 1 dan tahap 2.

Pemberian vaksin Moderna hanya dilaksanakan di gerai vaksin yang ada di rumah sakit untuk dapat dipantau pelaksanaanya.

Sejak Kamis, 2 September 2021 kemarin, sebanyak 13 penderita komorbid telah divaksin dengan Moderna. “Ini sudah kita vaksin 13 orang untuk yang komorbid dengan menggunakan Moderna. Dan alhamdulillah tidak ada masalah. Kita lagi mau kebut vaksinasi prioritas untuk komorbid,” kata Andi Sudirman, saat menyerahkan bantuan CSR mobil ambulans dan mobil pengangkut tabung oksigen dari Bank Sulselbar kepada Rumah Sakit Labuang Baji, dan bantuan 50 tabung oksingen dari PT Pupuk Kalimantan Timur (Kaltim) di Baruga Launge, Kantor Gubernur Sulsel, Jumat, 3 September 2021.

Sasaran penderita komorbid ini terutama di daerah aglomerasi Mamminasata dan tinggi penyebaran Covid-19. Pasien yang mendaftar atau dilayani oleh mobile vaccinator dan ditemukan komorbid, akan dilayani lebih lanjut di gerai vaksin Pemprov Sulsel.

“Sasarannya terutama wilayah episentrum aglomerasi,” sebutnya.

Ia melanjutkan, pemberian vaksin kepada penderita komorbid untuk melindungi dari Covid-19 dan mengantisipasi jika ada gelombang Covid-19, serta meminimalisir korban.

“Ini yang saya minta untuk dikebut,” imbuhnya.

Sementara, Koordinator Satgas Covid-19 Sulsel, dr Arman Bausat, mengatakan, Moderna dapat digunakan untuk semua umur. “Vaksin Moderna ini bagus untuk semua umur, mulai dari umur 12 tahun ke atas. Dia juga aman bagi komorbid dan lansia,” jelasnya. (*)

0 120

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan menyiapkan rencana persiapan untuk memasuki tahap pembelajaran tatap muka (PTM). Salah satunya dengan upaya mempercepat vaksinasi Covid-19 bagi pelajar SMA/SMK/sederajat.

Kabid Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Sulsel, Asqar mengatakan, bahwa upaya vaksinasi ini sebagai wujud mendukung program Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman dalam Sulsel Kebut Vaksinasi.

“Kita dorong pelaksanaan vaksinasi bagi pelajar SMA/sederajat untuk memasuki tahap agar segera dilakukan pembelajaran tatap muka,” ujarnya, Minggu, 22 Agustus 2021.

Kali ini, Dinas Pendidikan Sulsel bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Sulsel melakukan kegiatan Kebut Vaksinasi Sulsel bagi Pelajar SMA dan SMK yang berpusat di SMAN 22 Makassar, Sabtu (21/8).

“Pelaksanaan vaksinasi ini berlangsung sehari dengan sasaran 1.000 siswa. Dari sekolah SMAN 22 Makassar, SMAN 7 Makassar, SMAN 15 Makassar, SMAN 18 Makassar dan SMANKO (SMA Negeri khusus Keberbakatan Olahraga) sebutnya,” jelasnya.

Tak hanya itu, Dinas Pendidikan Sulsel akan terus melakukan kegiatan vaksinasi ini yang direncakan setiap pekan dengan memilih satu tempat titik sekolah. Vaksinasi bagi pelajar ini pula akan melibatkan Mobile Vaccinator (vaksinator keliling).

“Kita rencanakan kembali pekan depan. Alhamdulillah, respon pelajar cukup baik untuk melakukan vaksin. Ini juga efek positif dari suksesnya pelaksanaan vaksinasi pertama dan kedua untuk pelajar di SMKN 10 Makassar ,” jelasnya.

Terpisah, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mendorong pemberian vaksin pada remaja sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA) di Sulawesi Selatan yang berusia 12-17 tahun.

Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mencegah penularan Covid-19. Ini juga sejalan dengan program Pemerintah Pusat yang mulai melaksanakan vaksinasi bagi anak rentang usia tersebut sejak 1 Juli 2021.

Untuk itu, Sudirman Sulaiman meminta kepada kabupaten/kota untuk mengebut pelaksanaan vaksinasi bagi pelajar.

“Salah satu upaya cegah penularan dan program herd immunity (kekebalan kelompok komunitas) dengan meminta kepada seluruh kabupaten dan kota untuk kebut vaksin khususnya untuk pelajar sehingga sekolah segera bisa dilakukan tatap muka,” kata Sudirman Sulaiman.

Diketahui sebelumnya, Presiden RI, Joko Widodo berpesan, semakin cepat vaksinasi terhadap pelajar dilakukan, maka semakin cepat pula kegiatan belajar-mengajar tatap muka bisa dilakukan. Aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) terbaru sudah membolehkan sekolah di wilayah PPKM level 1-3 menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

Sementara itu, satuan pendidikan di wilayah PPKM level 4 tetap melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ). “Jadi untuk semua pelajar di seluruh tanah air, kalau sudah divaksin, silakan dilakukan langsung belajar tatap muka karena SKB menteri-kan sudah ada,” ujar Presiden seperti disiarkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis, 19 Agustus 2021. (*)

0 167

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) kembali melakukan distribusi vaksin ke kabupaten dan kota mulai hari ini, Minggu, 1 Agustus 2021. Distribusi dilakukan setelah Pemprov Sulsel menerima stok vaksin dari pemerintah pusat, Jumat, 30 Juli 2021 lalu.

Sebanyak 3.730 vial vaksin Moderna dan 3.896 vial vaksin Sinovac diterima Sulsel. Stok vaksin sempat menipis empat hari sebelum suplai dari pemerintah pusat kembali diterima.

Menipisnya stok vaksin ini karena pemerintah provinsi gencar menggelar vaksinasi massal, dan besarnya antusiasme masyarakat Sulsel untuk mengikuti program vaksinasi.

“Hari ini kita mulai distribusi vaksin yang datang hari Jumat kemarin. Atas usulnya Pak Gubernur, kita cepat antisipasi dan distribusikan,” kata Plt Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sulsel, Muhammadong.

Vaksin ini distibusikan terutama bagi daerah episentrum wilayah dan perkotaan. Namun, kabupaten/kota lainnya juga mendapatkan jatah vaksin.

“Sudah ada tiga kabupaten kita distribusikan untuk hari ini. Kabupaten Tana Toraja, Luwu Utara dan Bone. Kami sudah sampaikan ke setiap kabupaten kota, nanti mereka yang akan datang ambil sesuai dengan jatahnya. Kami minta mereka secepatnya,” sebutnya.

Muhammadong menyatakan, distribusi vaksin sesuai janji dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Kesehatan, akan lancar mulai awal Agustus. Sehingga ia meyakini dapat dilakukan percepatan vaksinasi dengan dukungan ketersediaan stok vaksin.

“Kami melakukan percepatan vaksinasi, apalagi pasca dicanangkannya gerakan Sulsel Kebut Vaksinasi. Ini terlihat tanda-tandanya sudah mulai lancar, sesuai janji yaitu mulai Bulan Agustus,” ucapnya. (*)

0 116

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Sudah lebih dari 1,3 juta masyarakat Sulawesi Selatan (Sulsel) yang telah mendapatkan vaksinasi Covid-19. Meski begitu, Pelaksana Tugas Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, terus mendorong pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

Per tanggal 14 Juli 2021, dari total target vaksinasi Provinsi Sulsel 7.057.525 orang, saat ini pencapaian vaksinasi Covid-19 mencapai 1.389.053 orang atau 19,68 persen. Percepatan proses vaksinasi, menjadi salah satu langkah dalam mencegah penyebaran Covid-19, serta membangun herd immunity (kekebalan kelompok).

“Mengejar yang pasti sebagai rekomendasi kesehatan termasuk dalam program Bapak Presiden Joko Widodo untuk mensukseskan gerakan vaksinasi nasional. Mari mendorong segenap kabupaten kota bersama TNI dan Polri dalam memassifkan gerakan vaksinasi bersama untuk mencapai kondisi herd immunity,” pinta Andi Sudirman.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, disebutkan vaksinasi tahap satu dengan sasaran tenaga kesehatan telah mencapai 76.171 atau 129,41 persen, dari target 58.858. Tahap dua dengan sasaran pelayanan publik telah mencapai 817.936 atau 117,78 persen, dari target 694.477, serta lansia telah mencapai 101.878 atau 13,52 persem dari target 753.303.

Sementara tahap 3 dengan sasaran masyarakat umum dan rentan telah mencapai 387.716 atau 8,48 persen, dari target 4.571.997, serta sasaran remaja dan anak sekolah telah mencapai 5.352 atau 0,55 persen dari total target 978.890.

“Kita terus mengebut pelaksanaan vaksinasi ini. Termasuk bagi para remaja pelajar di usia 12-17 tahun,” katanya.

Selain menggenjot pelaksanaan vaksinasi Covid-19, Andi Sudirman mempersiapkan langkah-langkah untuk upaya pengendalian penyebaran virus corona.

“Dengan melakukan pemantauan ketat oleh puskesmas dan posko PPKM Desa/Kelurahan Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri; pemeriksaan kembali kedatangan penumpang di bandara dan Pelabuhan dengan cara random menggunakan PCR; melakukan pemeriksaan dokumen PCR di perbatasan Provinsi (darat); menghimbau masyarakat untuk membatasi perjalanan menuju wilayah (Provinsi/Kabupaten/Kota) yang tergolong zona merah; memantau di kabupaten/kota terhadap pemberlakuan PPKM Mikro,” jelasnya.

Ia mengimbau masyarakat untuk tetap selalu memperketat protokol kesehatan 5M. Menjaga imun tubuh, serta senantiasa berdoa untuk keselamatan dalam beraktivitas selama pandemi. (*)

0 112

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, meninjau langsung pelaksanaan Vaksinasi Massal untuk Pelajar yang berlangsung di SMKN 10 Makassar, Jalan Bonto Manai, Rabu, 14 Juli 2021.

Bersama Kabag Ops BINDA Sulsel, Kolonel Infanteri Andi Baso dan Kepsek SMKN 10 Makassar, Andi Sudirman melihat para pelajar yang tengah mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 jenis Sinovac.

Salah satunya pelajar yang bernama Muhammad Alforobhy. Ia tampak gugup saat vaksinator akan menyuntikkan vaksin Covid-19, namun disampingnya ada Plt Gubernur Sulsel. Lantas Andi Sudirman pun tampak menenangkan dan memegang lengan anak lelaki yang duduk di kelas X itu.

“Nanti dosis vaksin kedua, harus datang lagi ya. Semangat divaksinasi semua anak-anak,” kata Andi Sudirman menyapa para pelajar yang tengah divaksin.

Vaksinasi untuk pelajar SMP dan SMA dirangkaikan dengan vaksinasi dari rumah ke rumah atau Door to Door diselenggarakan oleh Badan Intelijen Negara (BIN). Di Sulsel, sebanyak 2.500 pelajar dari SMP dan SMA yang menjadi sasaran vaksinasi.

Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, menargetkan vaksinasi untuk pelajar SMA dan SMP yang usianya diatas 12 bisa berlanjut di kabupaten/kota lainnya.

“Vaksinasi kita kejar terus. Harapan kami bagaimana kita kebut ini vaksinnya, sebagai langkah hulu untuk proses pencegahan Covid-19 ataupun memperoleh herd immunity (kekebalan kelompok),” ungkapnya.

Andi Sudirman mengaku, target vaksinasi Covid-19 di Sulsel naik, yakni 4,7 juta untuk masyarakat umum dan kelompok rentan atau sebanyak 7 juta yang termasuk tenaga kesehatan dan pelayan publik. Dimana sebelumnya, sudah sekitar 70 persen dari 1,5 juta target sasaran.

“Target kita sekarang 7 juta dari sekitar 8,7 juta jumlah penduduk di Sulawesi Selatan. Itu menyasar remaja, lansia maupun masyarakat umum lainnya,” bebernya.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) turut menyaksikan secara virtual pelaksanaan vaksinasi bagi pelajar ini yang berlangsung pada 14 Provinsi di Indonesia. Jokowi mengatakan, sebanyak 49 ribu target sasaran vaksinasi Covid-19.

“Hari ini akan divaksinasi 49 ribu, 15 ribu pelajar SMP, 15 ribu pelajar SMA, dan masyarakat umum secara door to door 19 ribu,” ujar Jokowi.

Ia juga mengingatkan agar guru dan tenaga pendidik lainnya segera divaksin. Dengan begitu, maka kekebalan komunal atau herd immunity segera tercapai.

“Saya hanya ingin menyampaikan agar setelah anak-anak semua divaksinasi tolong dicek agar guru, petugas-petugas sekolah, jangan ada yang terlewat vaksinasinya,” tuturnya. (*)

0 114
  • Gubernur Launching Program Vaksinasi

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Launching program vaksinasi di Sulawesi Selatan (Sulsel) dilaksanakan pada Kamis, 14 Januari 2021, di Rumah Sakit Dadi Makassar. Gubernur Sulsel, Prof HM Nurdin Abdullah, melakukan launching bersama Forkopimda.

Untuk tahap awal, vaksin diberikan kepada tenaga kesehatan dan juga pejabat publik. Pada tahap awal ini akan diberikan kepada tenaga kesehatan yang berjumlah 59.127 untuk 24 kabupaten/kota. Total vaksin yang dimiliki Sulsel sebanyak 66.640. Untuk tenaga kesehatan dilaksanakan selama dua bulan, Januari-Februari 2021. Vaksinasi akan dilakukan di 470 Puskesmas dan klinik, serta 30 rumah sakit umum daerah, baik pemerintah daerah dan TNI-Polri. Selanjutnya, secara bertahap akan diberikan kepada masyarakat umum secara bertahap.

Nurdin Abdullah menyatakan dalam sambutannya, untuk program vaksinasi ini, pemerintah mengalami hambatan yang cukup berat. Karena banyaknya informasi yang beredar, yang membuat masyarakat ragu akan program vaksinasi ini. Untuk itu, ia meminta masyarakat tidak mempercayai hoaks.

“Karena banyak berita-berita yang membuat masyarakat kita bingung. Saya ingin sampaikan pada kita semua, pandemi Covid-19 ini solusinya adalah vaksin, bukan apa-apa,” kata Nurdin Abdullah.

Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Ichsan Mustari, menegaskan, program vaksinasi tahap awal ini bukan lagi tahapan uji coba. Telah melalui proses uji klinis dan juga telah memiliki izin penggunaan dari BPOM berupa sertifikat penggunaan Darurat atau Emergency Use of Authorization (EUA) dan sertifikat halal dari MUI.

“Sekali lagi vaksinasi tahap awal ini bukan tahap uji coba penggunaan vaksin. Tapi bahwa vaksinasi ini dibuka untuk tenaga kesehatan, untuk bertujuan melindungi tenaga kesehatan, karena kita tahu bahwa tenaga kesehatan adalah kelompok paling rentan tertular Covid-19 ini,” ujarnya.

Sesuai surat edaran Kementerian Dalam Negeri terkait pejabat publik penerima vaksin perdana, ia melaporkan ada 15 pejabat publik di Sulsel yang telah mendaftar.

“Bahwa informasi yang tepat untuk disampaikan agar proses pemberian vaksin Insyaallah tidak ada masalah,” harapnya. (*)

0 161

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Mengenakan rompi biru Tim Vaksinasi Covid-19 Pemprov Sulsel, Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman disuntik vaksin virus Corona, Kamis, 14 Januari 2021. Penyuntikan perdana ini menandai program vaksinasi di Sulsel.

Vaksin Sinovac telah lulus uji verifikasi dari BPOM dan sertifikat halal dari MUI, serta mendapat surat ijin Emergency Use of Authorization (EUA). Pelaksanaan ini pun serentak dilakukan di beberapa daerah setelah dimulai oleh Presiden RI, Joko Widodo, pada Rabu, 13 Januari 2021 kemarin.

Sebelum penyuntikan, dilakukan skrining mengenai kondisi kesehatan secara umum. Karena sesuatu alasan, Gubernur Nurdin Abdullah tidak bisa melakukan vaksin pada kali ini.

Sebelumnya, jajaran Forkopimda mulai dari Gubernur, Wagub, Sekda, Pangdam Hasanuddin, Kapolda Sulsel, Kajari, Ketua DPRD, didaftarkan sebagai penerima vaksinasi. Namun setelah proses skrining, hanya Wagub Sulsel yang lolos dari unsur Forkopimda Sulsel.

Wagub Sulsel pun menjadi yang pertama di Sulsel menerima vaksin Sinovac. Sebelum disuntikkan, tim dokter menunjukkan kotak vaksin bertulis Sinovac, dan mengeluarkan botol kecil yang masih tersegel.

Tampak Andi Sudirman menerima suntikan vaksin Sinovac dengan tenang.

“Alhamdulillah, jarumnya kecil, tak sebesar yang saya kira, jadi tidak terasa,” ujarnya, sembari bercanda disambut tawa awak media.

Diketahui, Sulsel menerima 66.640 vaksin Covid-19, yang diprioritaskan untuk tenaga kesehatan. (*)

0 154

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, Prof HM Nurdin Abdullah – Andi Sudirman Sulaiman, melaunching pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Sulsel, di Rumah Sakit Dadi, Kamis, 14 Januari 2021. Launching ini merupakan bentuk progran percepatan vaksinasi di Sulsel, yang mendapat jatah 66.640 vaksin.

“Kita bersyukur alhamdulillah Bapak Presiden mendorong percepatan vaksinasi pada masyarakat Indonesia. Kali ini kita kebagian 66.640 vaksin, yang tentu kita mulai hari ini,” kata Nurdin Abdullah.

Dalam persiapan menuju vaksinasi, pemerintah banyak mengalami berbagai hambatan. Termasuk berita dan informasi yang membuat masyarakat bingung akan vaksin ini.

“Memang pemerintah mengalami hambatan yang cukup berat. Karena banyak berita-berita yang membuat masyarakat kita bingung. Saya ingin sampaikan pada kita semua, bahwa pandemi Covid-19 ini solusinya adalah vaksin, bukan apa-apa,” terang Nurdin.

Vaksinasi perlu karena angka positif meningkat. Untuk itu, ia meminta Dinas Kesehatan memperbanyak tracing dan testing.

“Karena semakin banyak kita temukan, maka semakin menurunkan tingkat penularan,” sebutnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Ichsan Mustari, mengatakan, vaksinasi pada tahap awal ini akan diberikan kepada tenaga kesehatan yang berjumlah 59.127 orang untuk 24 kabupaten/kota. Vaksin yang digunakan 66.640, yang kemudian didistribusikan di kabupaten kota.

Untuk tenaga kesehatan dilaksanakan selama dua bulan, Januari-Februari 2021. Pada tahap pertama, dilaksanakan di Makassar, Maros dan Gowa. Selanjutnya, 21 kabupaten/kota lainnya pada bulan Februari 2021.

“Vaksinasi akan dilakukan di 470 puskesmas dan klinik, serta 30 rumah sakit umum daerah, baik pemerintah daerah dan TNI-Polri,” jelasnya.

Vaksinasi dilaksanakan oleh vaksinator yang telah dilatih khusus untuk melakukan vaksinasi Covid-19 ini. Vaksin yang digunakan adalah Sinovac dan telah diuji klinis sampai tiga kali. Selain itu, telah mengantongi izin penggunaan dari BPOM, berupa sertifikat penggunaan darurat atau Emergency Use of Authorization (EUA) dan sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Perlu kami sampaikan, EUA adalah izin yang dikeluarkan oleh BPOM yang diberikan dalam keadaan darurat. Olehnya itu, dalam pemberian vaksin ini, diperlukan beberapa kriteria tertentu, terkait dengan penanganan terhadap yang akan mendapatkan vaksin ini,” paparnya.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemberian vaksin. Termasuk apakah penerima pernah terkonfirmasi positif atau penyintas, wanita hamil, mengalami penyakit saluran pernapasan selama tujuh hari terakhir. Ataupun ada keluarga serumah yang kontak erat atau positif ataupun dalam perawatan Covid-19, ada penyakit kelainan darah, jantung, ginjal dan pencernaan.

Selanjutnya, dengan adanya kriteria tersebut, maka sangat diharapkan, orang yang akan diberikan vaksin ini, untuk memberikan informasi yang jujur dan terbuka terkait keadaan medisnya.

“Sesuai surat edaran Kementerian Dalam Negeri terkait pejabat publik penerima vaksin perdana, kami laporkan ada 15 pejabat publik di Sulsel yang telah mendaftar,” pungkasnya. (*)

0 116

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof HM Nurdin Abdullah bersama dengan tenaga kesehatan akan divaksin Covid-19. Penyuntikan vaksin akan dilakukan di Rumah Sakit Dadi Makassar, Kamis, 14 Januari 2021.

“Hari Kamis, saya vaksin pertama. Jadi tidak usah ragu, pemerintah sudah melakukan uji klinis yang ketiga,” kata Nurdin Abdullah, usai rapat bersama jajaran di bidang kesehatan, di Kantor Gubernur Sulsel, Selasa, 12 Januari 2021.

Sebagai persiapan, Nurdin juga telah melakukan Swab PCR, Senin, 11 Januari 2021, dengan hasil negatif Covid-19.

Terkait distribusi dan juga pelaksanaan vaksinasi, Nurdin mengatakan telah rapat dengan Kepala Dinas Kesehatan, Tim Epidemologi, dan Direktur Rumah Sakit untuk memastikan persiapan telah matang.

“Tadi saya kumpulin semua. Ada Pak Kadis kesehatan. Ada tim epidemologi, direktur rumah sakit. Saya ingin pastikan. Bahwa vaksin ini telah kita siapkan dengan baik,” ujarnya.

Vaksin Covid-19 yang akan digunakan dalam program vaksinasi massal secara gratis beberapa waktu mendatang telah dinyatakan halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Selain itu, vaksin juga terlebih dahulu melalui proses uji klinis untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi telah menjelaskan, pihaknya akan segera memulai program vaksinasi setelah memperoleh izin penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Dalam hal ini, pemerintah mengedepankan prinsip kehati-hatian untuk menjaga keselamatan masyarakat penerima vaksin.

Saat ini, Indonesia telah memiliki tiga juta dosis vaksin siap pakai yang sebagiannya telah terdistribusi ke daerah-daerah. Pada tahap awal pelaksanaan vaksinasi, pemerintah memprioritaskan kurang lebih 1,6 juta tenaga kesehatan yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia.

Jumlah dosis vaksin yang akan dimiliki Indonesia juga akan semakin meningkat. Rencananya, akan ada pengiriman vaksin dari sejumlah sumber seperti Sinovac, Novavax, AstraZeneca, BioNTech-Pfizer, hingga COVAX/GAVI setiap bulannya, hingga akhir tahun.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Muhammad Ichsan Mustari, menjelaskan, distribusi vaksin untuk Kota Makassar, Maros dan Gowa dilakukan hari ini, Selasa, 12 Januari 2021. Untuk Gowa dan Maros, vaksin distribusikan oleh dinas kesehatan masing-masing daerah lengkap dengan cold box-nya.

Sedangkan daerah lainnya pada bulan Februari. Untuk tahap pertama ini, maka pemantauan dilakukan dengan sangat baik terlebih dahulu.

Ia menuturkan, Gubernur Sulsel juga telah mengusulkan penambahan rumah sakit untuk pelaksanaan vaksinasi di Kota Makassar. Dimana sebelumnya pihak Kemenkes hanya menunjuk rumah sakit TNI-Polri.

“Kami usulkan rumah sakit provinsi juga. Sementara proses hari ini. Kita ajukan enam rumah sakit, lebih banyak lebih bagus, supaya tidak berkerumun. Itu tujuannya,” jelasnya.

Ichsan juga menjadi salah satu orang yang akan melakukan vaksinasi.

“Insyaallah (saya) sudah masuk daftar. Ini pimpinan publik divaksin pertama kali. Bukan persoalan berani tidak berani. Ini adalah persoalan kita sama-sama terlibat dalam vaksinasi ini. Inikan sudah melewati uji klinis. Jadi sekali lagi, vaksinasi untuk tenaga kesehatan, bukan uji coba. Ini untuk melindungi tenaga kesehatan yang merupakan kelompok yang paling beresiko dalam penyebaran virus ini,” paparnya. (*)

0 121
  • Pemberian Vaksin Tengah Menunggu Surat Ijin Edar BPOM untuk Uji Klinis Tahap Tiga

Bone, humas.sulselprov.go.id – Gubernur Sulsel Prof HM Nurdin Abdullah mengaku telah mendaftarkan diri untuk menerima vaksin Covid-19, yang saat ini tengah menunggu izin edar dari BPOM atas uji klinis tahap ketiga. Rencananya, ia akan menerima vaksin bersama dengan jajaran Forkopimda dan tenaga kesehatan, pada tanggal 13 Januari 2021 mendatang.

“Kita sudah mendaftar semua, kita masih menunggu ijin edar dari Badan POM, karena saat ini sudah masuk uji klinis. Mudah-mudahan ini selesai dan dinyatakan tidak ada masalah, tentu kita siap semua untuk dilakukan vaksin,” ujarnya, saat ditemui usai melantik pengurus IPHI Bone, di Hotel Novena Bone, Sabtu, 9 Januari 2021.

“Saya, Pak Kapolda, Pangdam, dan jajaran tenaga kesehatan yang lain akan kita mulai tanggal 13,” sambungnya.

Gubernur berharap pemberian vaksin ke masyarakat nantinya dapat berjalan lancar, sehingga masyarakat bisa segera menerima vaksin. Sehingga, apabila vaksin sudah diberikan kasus Covid akan terus menurun.

Pada kesempatan ini, Nurdin juga mengimbau masyarakat agar mencari sumber informasi resmi pemerintah mengenai vaksin.

“Karena ini adalah wabah dan vaksin adalah solusi. Saya imbau kepada masyarakat untuk mengikuti informasi resmi, jangan kita terbuai dengan berita-berita yang tidak bertanggung jawab,” pesannya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, vaksin jenis Sinovac yang tiba di Sulsel tengah diuji klinis tahap tiga dan telah mengantongi izin halal dari Majelis Ulama Indonesia.

“Vaksin Sinovac sudah dilakukan uji klinis yang ketiga. Badan POM akan mengeluarkan surat ijin edar, jadi tidak akan mungkin kita melakukan vaksin kalau belum ada uji klinis, MUI sampaikan vaksin ini halal,” jelasnya. (*)