Tags Posts tagged with "Vaksinasi Covid-19"

Vaksinasi Covid-19

0 64

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Cakupan vaksinasi di Sulawesi Selatan (Sulsel) kini telah mencapai 2,1 juta lebih orang untuk dosis satu atau sekitar 30,14 persen dari total target 7.058.141 orang. Untuk vaksinasi dosis dua, cakupan di Sulsel telah mencapai 17,16 persen atau sebanyak 1.211.435 orang.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) pun terus mendorong upaya percepatan cakupan vaksinasi bagi masyarakat melalui program Sulsel Kebut Vaksinasi.

“Alhamdulillah, tertanggal 18 September 2021, adapun cakupan vaksinasi di Sulawesi Selatan dari target 7.058.141 orang telah mencapai sekitar 2.127.376 orang lebih atau sekitar 30,14 persen, untuk vaksinasi dosis satu,” kata Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, Minggu, 19 September 2021.

Pemprov Sulsel, kata dia, bekerjasama dengan jajaran Forkopimda dan pihak swasta guna memassifkan program vaksinasi dengan menghadirkan gerai-gerai vaksin dan mobile vaksinator, sehingga memudahkan masyarakat untuk mendapatkan fasilitas vaksin.

“Kami bersama TNI-Polri bersama pihak swasta terus mendorong percepatan vaksinasi. Sehingga terbentuknya herd immunity (kekebalan kelompok). Apalagi dengan vaksinasi, salah satu upaya untuk menekan penyebaran Covid-19,” ungkapnya.

Tertanggal 18 September 2021, kondisi perkembangan Covid-19 di Sulsel, dimana Effective Reproduction number (Rt) di Sulsel berada dibawah 1 sekitar 0,72. Sedangkan tingkat kesembuhan atau Recovery Rate (RR) mencapai 95,7 persen (Nasional 95,1 persen). Dan Tingkat Kematian atau Case Fatality Rate (CFR) adalah 2,02 persen (Nasional 3,4 persen).

Adapun beberapa kebijakan yang telah dilakukan dalam penanganan pengendalian Covid-19 di Sulsel, diantaranya program Fasilitas Isolasi Terintegrasi (FIT), yaitu di Asrama Haji Sudiang 1.500 TT, BPSDM 150 TT, Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) 80 TT dengan total 1.730 TT; pengadaan HFNC (ICU) untuk meningkatkan kapasitas BOR (Bed Occupancy Rate) kini keterisian tempat tidur rumah sakit untuk isolasi 11 persen dan tempat tidur ICU 16,71 persen; pemberlakuan RT-PCR di bandara dan pelabuhan guna menekan angka imported cases ke Sulawesi Selatan; Telemedicine Hallo Dokter, yaitu program konsultasi dokter secara online bagi pasien isolasi mandiri di rumah. (*)

0 64

Maros, humas.sulselprov.go.id – Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, menghadiri pelaksanaan Vaksinasi Merdeka, di Pondok Pesantren Darul Ulum Kabupaten Maros, Selasa, 7 September 2021. Program Vaksinasi Merdeka ini digelar secara serentak di Indonesia untuk pesantren dan rumah ibadah.

Kegiatan ini juga dihadiri Presiden RI Joko Widodo secara virtual, dan juga dihadiri Kepala Daerah, Kapolda dan Pimpinan Pondok Pesantren serta Rumah Ibadah dari sejumlah daerah yang juga hadir secara virtual.

Di Sulsel, selain Plt Gubernur juga hadir Bupati Maros Chaidir Syam, Wakapolda Sulsel Brigjen Pol Chuzaini Andi Pattopoi, perwakilan Kodam XIV Hasanuddin Makassar, dan Pimpinan Pondok Pesantren Darul Ulum Kabupaten Maros.

Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, mengungkapkan, pelaksanaan vaksinasi serentak ini sejalan dengan target pemerintah provinsi menyasar vaksinasi untuk pesantren dan juga rumah ibadah.

“Apresiasi Bapak Kapolri dan Kapolda beserta jajaran yang telah menginisiasi kegiatan vaksin menyasar pesantren-pesantren dan rumah-rumah ibadah,” ucapnya.

Menurutnya, kegiatan vaksinasi yang telah digelar aparat kepolisian sudah sangat membantu pemerintah provinsi dalam memenuhi capaian vaksinasi dan juga dalam menghadirkan herd immunity di Sulsel.

“Sepeti halnya hari ini, ada 19 titik pelaksanaan vaksin yang sudah dilaksanakan selama dua hari di pesantren dan rumah ibadah,” ungkapnya.

Sementara itu, Presiden Jokowi, mengatakan, pelaksanaan vaksinasi serentak untuk pesantren dan rumah ibadah ini sebagai upaya pemerintah untuk segera mewujudkan sekolah tatap muka dan memaksimalkan kembali kegiatan ibadah.

“Tentu kita berharap tatap muka bisa segera dilangsungkan dan semua bisa normal kembali,” tegasnya. (*)

0 66

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Tim Penggerak PKK Sulsel bekerjasama dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sulsel dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sulsel, melaksanakan vaksinasi khusus perempuan, Senin, 6 September 2021. Pelaksanaan vaksinasi ini diinisiasi oleh Pelaksana Tugas Ketua TP PKK Sulsel, Naoemi Octarina.

Kegiatan vaksinasi ini dilaksanakan di tiga lokasi berbeda. Antara lain, di Gedung Kartini PKK Jalan Mesjid Raya Makassar, Kantor Dekranasda Sulsel Jalan Jenderal Sudirman Makassar, dan Kantor DWP Sulsel Jalan Mappanyukki Makassar. Turut hadir, Ketua Pokja IV PKK Sulsel, dr Haeriyah Bohari Sp S.

Sekretaris IV TP PKK Sulsel, drg Aisyah Ahmad SKG PhD, mengatakan, vaksinasi khusus perempuan ini diinisiasi oleh Plt Ketua TP PKK Sulsel Naoemi Octarina, setelah melihat perjuangan para perempuan yang berdesakan mengantri dengan laki-laki, untuk mendapatkan vaksin.

“Ibu Naoemi juga mengamati ketidaknyamanan ini pada saat perempuan harus terbuka auratnya bila tidak ada sekat pada saat vaksin. Jadi beliau berharap, kaum perempuan ini difasilitasi untuk mendapatkan vaksinasi dengan nyaman,” kata drg Aisyah.

Selaku koordinator pelaksanaan vaksinasi, drg Aisyah melaporkan, tercatat 170 orang yang mendaftar untuk ikut vaksin di Gedung Kartini PKK. Namun, yang lolos screening dan divaksin hanya 161 orang. Sedangkan di Kantor Dekranasda Sulsel ada 142 orang, dan di Kantor DWP tercatat 250 orang yang mengikuti vaksinasi.

“Total, ada 553 kaum perempuan yang divaksin, termasuk didalamnya ada anak perempuan usia 12-17 tahun, perempuan usia 18 tahun ke atas, wanita hamil dan lansia,” jelasnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga disupport oleh PLN yang memberikan goodie bags kepada 100 pendaftar pertama. Kemudian dari Kalbe Farma, juga ada 20 goodie bags yang diberikan untuk lansia dan ibu hamil.

“Kami juga bagikan Nutrisari untuk semua peserta vaksin,” imbuhnya. (*)

0 89

Sinjai, humas.sulselprov.go.id – Usai menghadiri peresmian Gedung KH Ahmad Dahlan dan wisudawan sarjana dan pascasarjana Institut Agama Islam Muhammadiyah (IAIM) Sinjai, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, didampingi Bupati Sinjai Andi Seto Asapa, memantau layanan vaksinasi Covid-19, di Tribun Lapangan Sinjai Bersatu, Sabtu, 28 Agustus 2021. Kegiatan vaksinasi ini bagian dari Program Sulsel Kebut Vaksinasi, dengan layanan vaksinasi keliling atau Mobile Vaksinator Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).

Kali ini, menyasar 500 siswa SMA/SMK se-Kabupaten Sinjai. Sekira 200 siswa di Lapangan Sinjai Bersatu, dan 300 siswa di SMAN Sinjai.

Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, bersyukur atas antusiasme para pelajar di Sulsel, khususnya di Kabupaten Sinjai, untuk mengikuti vaksinasi Covid-19 sebagai upaya mencegah penularan Covid-19. Apalagi, dengan vaksinasi tersebut dapat membangun herd immunity.

“Kita sudah ada target prioritas guru, ada juga siswa dan juga lansia,” kata Andi Sudirman.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk mensukseskan vaksinasi yang dicanangkan oleh pemerintah, serta mengajak untuk senantiasa disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

“Dua tugas yang harus dilaksanakan oleh masyarakat. Pertama, bagaimana mematuhi protokol kesehatan. Kedua, vaksinasi, kemudian patuhi pemerintah,” ujarnya.

Senada dengan Andi Sudirman, Bupati Andi Seto mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melakukan vaksin di tempat atau fasilitas kesehatan (faskes) yang ada di Kabupaten Sinjai, sehingga tercapai kekebalan kelompok atau herd immunity. Kepada masyarakat yang telah menjalani program vaksinasi, Andi Seto berpesan agar semakin mantap menjalankan aktivitas. Selain itu, tetap menjalankan protokol kesehatan, agar upaya pengendalian Covid-19 bisa semakin maksimal.

“Tidak ada alasan untuk kita tidak melindungi diri dengan menggunakan vaksin ini. Karena dengan vaksin ini tidak hanya melindungi diri, tapi insya Allah melindungi keluarga, sahabat dan orang-orang yang kita cintai,” jelasnya.

Program vaksinasi ini disambut baik oleh para siswa agar bisa melaksanakan kegiatan belajar di sekolah dan menjaga diri dari Covid-19. (*)

0 101

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) terus menggenjot pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Hal itu sejalan dengan program Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, dalam upaya Sulsel Kebut Vaksinasi. Kali ini, sasarannya adalah ibu hamil.

Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi ibu hamil ini mulai dilakukan di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Ibu dan Anak Fatimah, Jalan Gunung Merapi, Makassar, Jum’at, 27 Agustus 2021. Pencanangan vaksinasi kali ini dihadiri Plt Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel, Naoemi Octarina.

Dirinya meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi ibu hamil, dengan sasaran 100 orang. Pembatasan ini juga guna menjaga agar pelaksanaan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Direktur RSKD IA Fatimah, Kusrini A Pasinringi, menyampaikan, vaksinasi Covid-19 bagi ibu hamil ini akan menjadi agenda rutin di rumah sakit, yang dibawah naungan Pemprov Sulsel, dengan sasaran 100 ibu hamil.

Bahkan, RSKD IA Fatimah memberikan pelayanan tambahan bagi ibu hamil yang telah menjalani vaksin. Dimana bisa melakukan pemeriksaan kesehatan dan USG secara gratis.

“Alhamdulillah, hari ini di RSKD IA Fatimah pertama kali dilaksanakan vaksinasi bagi ibu hamil. Kita juga ada program pelayanan pemeriksaan ibu hamil Antenatal Care (ANC) bagi ibu hamil secara gratis. Sudah berjalan sekitar dua bulan di rumah sakit ini, untuk pemeriksaan kesehatan (gratis) bagi ibu hamil berupa pemeriksaan USG dan pemeriksaan kandungan yang diperiksa oleh dokter-dokter kami,” ungkap Kusrini.

Dirinya berharap, tingginya tingkat keinginan ibu hamil untuk melaksanakan vaksinasi Covid-19. Dimana hal ini bukan hanya berdampak pada ibu hamil, namun juga bagi calon bayi dalam kandungan, dalam membangun herd immunity.

“Sesuai dengan harapan Bapak Plt Gubernur, semoga cakupan imunisasi di kabupaten/kota di Sulawesi Selatan semakin meningkat untuk mencapai herd immunity bagi seluruh masyarakat, terkhusus bagi ibu hamil. Di mana ibu hamil juga termasuk kelompok rentan atau resiko tinggi bilamana terpapar Covid-19,” jelasnya. (*)

0 88

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Plt Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) membuka kegiatan Vaksin Halal dan Aman, di Lapas Kelas 1 Makassar, Jumat, 27 Agustus 2021. Sebanyak 700 warga binaan divaksin.

Dalam kegiatan ini juga dihadiri Anggota DPR RI Aliyah Mustika Ilham, Kepala KKP Kelas 1 Makassar Muhammad Haskar Hasan, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Makassar Hernowo Sugiastanto, dan Direktur Polteknes Makassar.

“Ini bagian dari tahapan vaksinasi kepada warga lapas. Bersama Ibu Aliyah dari DPR RI tentu melakukan arrangement (mengatur) bersama Kalapas dan kita di Provinsi Sulsel serta Poltekes. Tentu dengan begini akan mempercepat kebut vaksinasi di Sulsel,” kata Andi Sudirman.

Ia menyebutkan, sejauh ini vaksinasi Sulsel sudah mencapai target 26 persen, dari total target 7 juta sasaran.

Bukan hanya terkait vaksinasi, kepada warga lapas, Andi Sudirman memberikan motivasi agar dapat bangkit dan menjadi masyarakat yang lebih baik.

“Ada istilah, lebih baik mantan preman dibanding mantan ustadz. Semua orang punya masa lalu, tetapi yang terbaik dari yang terbaik adalah kemudian hijrah dan membuat lembaran terbaru, yang terbaik hari ini dan ke depan,” pesannya.

Sementara, Aliyah Mustika Ilham menyatakan, pemerintah pusat dan pemerintah daerah berkomitmen memberikan hak bagi warga binaan untuk mendapatkan layanan kesehatan yang sama. Selama dua hari, sebanyak 1.500 warga lapas divaksin.

“Ini merupakan kerjasama dan kolaborasi yang baik antara KKP dengan Poltekes, Pemprov Sulsel, bagaimana kita mendorong warga di Provinsi Sulsel ini hidup sehat. Semua adalah sehat wargaku, sehat bangsaku dan sehat negeriku untuk Provinsi Sulsel,” jelasnya.

Sedangkan, Kepala Kanwil Kemenkumham Sulsel, Harun Sulianto, mengatakan, capaian vaksinasi warga binaan di Sulsel sudah di atas 50 persen.

“Alhamdulillah dari 10.500 sekian warga binaan, hari ini sudah hampir 6 ribu yang divaksin. Jadi sudah hampir 60 persen,” kata Harun.

Ia mengungkapkan, dari hampir 6 ribu warga binaan di Sulsel yang sudah divaksin, ada enam Rutan yang capaian vaksinasinya di atas 90 persen. Kebut program vaksinasi warga binaan merupakan salah satu ikhtiar Kemenkumham, dalam memutus mata rantai penularan Covid-19 di rumah Rutan dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

“Program vaksinasi warga binaan terus dikebut di Rutan dan Lapas di Sulsel. Misalnya, hari ini dilakukan vaksinasi warga binaan di Lapas Makassar, Lapas Takalar, dan Lapas Bulukumba. Sehari sebelumnya, juga sudah digelar di Lapas Palopo dan Lapas Watampone,” jelas Harun. (*)

0 129

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Plt Ketua Tim Penggerak PKK Sulawesi Selatan (Sulsel), Naoemi Octarina, melakukan peninjauan pelayanan vaksinasi Covid-19 bagi ibu hamil di RSKD IA Fatimah, Jalan Gunung Merapi, Makassar, Jum’at, 27 Agustus 2021. Dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, pelaksanaan vaksinasi diserbu oleh ibu-ibu hamil di RS dibawah naungan Pemprov Sulsel itu. Bahkan setelah mendapatkan vaksin, ibu hamil pun mendapatkan pelayanan tambahan, berupa pemeriksaan USG gratis bahkan mendapat hadiah berupa bingkisan.

Naoemi memantau proses pelayanan vaksinasi ini. Mulai dari pendaftaran, cek kesehatan, skrining hingga disuntik vaksin. Ia mengaku senang atas tingginya antusias dan kesadaran masyarakat, khususnya ibu hamil dalam melaksanakan vaksinasi Covid-19.

“Alhamdulillah, pelaksanaan vaksinasi bagi ibu hamil di RSKD IA Fatimah bisa terlaksana dengan baik. Protokol kesehatan tetap dilaksanakan, screening dilakukan secara ketat, sehingga InsyaAllah efek kedepannya setelah vaksin tidak akan terjadi,” ujar Naoemi.

Dirinya mengingatkan masyarakat untuk tidak terpengaruh atas informasi-informasi yang belum jelas kebenarannya. Serta mendorong masyarakat untuk ikut aktif mengikuti vaksin.

“Mari kita bersama-sama untuk melakukan kebut vaksinasi, guna membangun herd immunity (kekebalan kelompok). Bagi ibu hamil yang telah vaksin, bisa sosialisasikan kepada keluarga dan teman serta di sekitar, jangan takut divaksin,” pintanya.

“Alhamdulillah fasilitas di Rumah Sakit Fatimah sudah bagus untuk ibu hamil. Insya Allah terus ditingkatkan,” harapnya.

Sementara itu, salah seorang ibu yang tengah mengandung 5 bulan bernama Resty mengaku antusias ikut vaksinasi. “Saya dapat informasi dari Puskesmas ada vaksin bagi ibu hamil. Jadi saya ke sini, apalagi ada USG gratis setelah kami vaksin,” katanya.

Ibu hamil lainnya bernama Mila Rahmayanti merasa senang telah melakukan vaksinasi Covid-19.

“Alhamdulillah rasanya (efek setelah vaksin) tidak ada apa-apa. Ini sangat bermanfaat bagi ibu hamil. Dan saya harapkan bagi ibu hamil yang di luar sana, ayo kita vaksin demi kesehatan kita bersama,” ungkapnya.

Di kesempatan itu pula, Naoemi meresmikan kegiatan donor darah, sebagai stok bank darah di RSKD IA Fatimah. Bahkan Naoemi pun turut bertemu dengan tiga keluarga yang baru saja melahirkan, serta memberikan bingkisan dan ucapan selamat. (*)

0 67

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Sebanyak 667 civitas akademika Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar mendapatkan layanan vaksinasi Covid-19. Kegiatan yang dikemas dengan tema Ayo Vaksin itu berlangsung sehari, di program studi Pendidikan Dokter Kampus 1 UIN Alauddin Makassar, 25 Agustus 2021.

Pelaksanaan vaksinasi ini melibatkan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Alauddin Makassar dan Dinas Kesehatan Sulsel. Vaksinasi ini melibatkan mobile vaccinator yang diinisiasi Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman. Para penerima vaksin pun beragam, ada yang menerima dosis 1 maupun dosis 2, dengan jenis vaksin Sinovac.

Civitas akademika UIN Alauddin Makassar terlihat antusias dengan hadirnya layanan mobile vaccinator yang menjadi upaya dalam mendukung program Sulsel Kebut Vaksinasi, guna membangun herd immunity. Penerima vaksin mulai dari dosen, staf, mahasiswa, bahkan alumni UIN Alauddin Makassar.

Dosen Keperawatan di FKIK UIN Alauddin Makassar, Ardian Adhiwijaya, mengakui, antusiasme civitas akademika UIN Alauddin dalam pelaksanaan vaksinasi ini.

“Hadirnya mobile vaccinator merupakan inovasi yang tepat untuk memfasilitasi masyarakat agar menerima vaksin. Kami sangat terbantu dengan tim yang dikirim, bahkan ketika padat-padatnya pendaftar vaksin berdatangan, datang lagi tim vaccinator dari rumah sakit yang berada di bawah naungan Pemprov Sulsel. Sehingga, dengan cepat bisa menyelesaikan ratusan peserta vaksin,” ungkapnya.

Ardian selaku ketua panitia menyampaikan, dengan hadirnya layanan mobile vaccinator ini juga dilakukan dengan protokol kesehatan, sehingga mencegah kerumunan orang.

“Para vaksinator juga sangat ramah dan gesit pada saat melakukan pelayanan kepada peserta, sehingga kami sebagai panitia sangat dimudahkan. Semoga dengan adanya mobile vaccinator ini betul-betul kita bisa menuju herd immunity,” tuturnya. (*)

0 81

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani, membuka Pelaksanaan Vaksinasi bagi Pengemudi Transportasi Online dan Pengemudi Truk di Area Pelabuhan Makassar, yang dilaksanakan di Aula Kantor Pelindo IV, Rabu, 25 Agustus 2021.

Abdul Hayat mengatakan, atas nama Pemerintah Provinsi Sulsel menghaturkan terimakasih dan apresiasi kepada Dirjen Perhubungan Darat yang ikut mendukung proses vaksinasi ini.

“Semoga dengan ini, dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” kata Abdul Hayat.

Menurutnya, dalam mengefektifkan penanggulangan pandemi, tidak cukup dengan protokol kesehatan. Tetapi, memang diperlukan intervensi berupa vaksinasi dalam upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19.

Saat ini, kata Abdul Hayat, Pemprov Sulsel terus berupaya melakukan berbagai intervensi dari hulu ke hilir untuk menanggulangi Covid-19. Ia berharap, dapat memenuhi target vaksinasi di Sulsel.

Lebih lanjut, Abdul Hayat menyampaikan, saat ini Pemprov Sulsel menyediakan program mobile vaksinator untuk menyasar area aglomerasi Maminasata (Makassar, Maros, Sungguminasa, Gowa dan Takalar), yang sekaligus melayani kelompok-kelompok masyarakat.

“Tentunya, ini menjadi suatu hal yang melegakan bagi kita semua, apabila solusi demi solusi untuk menangani Covid-19 di Sulsel terus berjalan dengan baik. Sehingga, upaya kita untuk tahap berikutnya dapat segera kita laksanakan,” ungkapnya.

Ia juga berharap dukungan dari seluruh pihak, baik dalam proses mengendalikan Covid-19, maupun pencapaian target vaksinasi seperti yang dilakukan oleh Dirjen Perhubungan Darat saat ini.

“Saya bersyukur atas antusiasme masyarakat di berbagai kesempatan vaksinasi massal, baik yang dilakukan oleh pemerintah maupun dinas terkait yang selalu dihadiri oleh masyarakat,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Hayat mengatakan, per tanggal 21 Agustus 2021, capaian vaksinasi di Sulsel sebanyak 1,8 juta (26,85 persen) dari total target sebesar 7 juta.

Hadir dalam rapat ini, Dirjen perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI, Komandan Pangkalan utama TNI AL VI Makassar, Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Makassar, Ditlantas Polda Sulsel, Direktur Pelindo IV (Persero), para Kepala OPD lingkup Pemprov Sulsel, dan Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah XIV. (*)

0 70

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Plt Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman terus mendorong upaya percepatan vaksinasi Covid-19.

Per tanggal 21 Agustus 2021, dari data Dinas Kesehatan Sulsel disebutkan, jumlah capaian vaksinasi di Sulsel sebanyak 1,8 juta atau 26,85 persen dari total target vaksinasi sebesar 7 juta.

Meski begitu, masih ada beberapa wilayah yang kurang dari 20 persen sasaran vaksinasi, diantaranya Kabupaten Jeneponto (13,60 persen), Bone (16,84 persen), Gowa (17,48 persen), Sidrap (17,80 persen), Toraja Utara (19,24 persen).

Olehnya itu, Andi Sudirman terus mendorong upaya kebut vaksinasi Covid-19 di kabupaten/kota di Sulsel. “Ayo teman-teman bersama jajaran TNI-Polri, mari kita saling bahu membahu semangat Kebut Vaksin untuk mencapai herd immunity (kekebalan kelompok) bersama,” ungkap Andi Sudirman, Minggu, 22 Agustus 2021.

Mendukung upaya percepatan vaksinasi, Plt Gubernur Sulsel pun juga telah menghadirkan inovasi Mobile Vaccinator (vaksinator keliling). Ini akan melayani kelompok masyarakat, sehingga diharapkan pada proses pelaksanaan vaksinasi tidak terjadi kerumunan. Mobile vaccinator terintegrasi dengan telemedicine Hallo Dokter dan Fasilitas Isolasi Terintegrasi (FIT)

Untuk saat ini, Mobile Vaccinator berfokus menyasar semua area penyebaran di wilayah aglomerasi Mamminasata yang terdiri dari Makassar, Maros, Sungguminasa (Gowa) dan Takalar. Jika target vaksinasi telah dicapai maka juga dapat menyasar wilayah di kabupaten/kota lainnya.

Salah satu pelayanan mobile vaccinator pada 21 Agustus 2021 kemarin, dilakukan vaksinasi sekitar 1.000 pelajar SMA/sederajat yang berlangsung di SMA 22 Makassar. Juga dilakukan di Kantor Kejati Sulsel pada 20 Agustus 2021, dengan sasaran vaksinasi sekitar 30 orang.

Secara total terdapat 18 unit kendaraan yang digunakan, terdiri dari 9 bus dari Dinas Perhubungan dan 9 ambulance dari Rumah Sakit Pemprov Sulsel dan Satgas Covid-19 Sulsel. Dimana jika bus Mobile Vaksinator berkeliling untuk melakukan vaksinasi akan didampingi dengan satu ambulans.

Berdasarkan instruksi Mendagri Nomor 31 dan 32 Tahun 2021 adapun peta level wilayah PPKM Kabupaten/Kota di Sulsel diantaranya Level 2 di Kabupaten Pinrang; Level 4 yakni Kota Makassar dan Kabupaten Luwu Timur; sementara Level 3 ada 21 Kabupaten Kota yakni Maros, Pangkep, Barru, Enrekang, Tana Toraja, Toraja Utara, Sidrap, Soppeng, Wajo, Bone, Luwu, Luwu Utara, Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba, Sinjai, Kepulauan Selayar, Pare-Pare dan Palopo. (*)