Tags Posts tagged with "Vaksinasi Covid-19"

Vaksinasi Covid-19

0 62

Bone, humas.sulselprov.go.id – Pemerintah pusat telah mengirim 18.880 vial atau 9,6 koli Vaksin Covid-19 Produksi Biofarma dan telah tiba di gudang Dinas Kesehatan Sulsel, Rabu, 7 April 2021.

“Alhamdulillah vaksin telah tiba di gudang provinsi sebanyak 18 ribu vial lebih (satu vial untuk sembilan orang). Insya Allah segera direalisasikan vaksinasi lanjutan,” kata Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, di Kabupaten Bone.

Sebelumnya, Plt Gubernur mengaku telah bersurat ke Kementerian Kesehatan agar pengiriman stok vaksin ke Sulsel bisa segera didistribusikan.

“Kita sudah bersurat ke Kementerian Kesehatan untuk penambahan stok, justru kita menyelesaikan lebih cepat dari target dari perkiraan sebelumnya,” ujarnya.

Andi Sudirman mengungkapkan, Pemprov Sulsel telah menjalankan arahan dari pemerintah pusat untuk melanjutkan proses vaksinasi secepat mungkin.

Data dari Dinas Kesehatan, jumlah vaksin yang yang diusulkan pada tahap II yaitu 187.551 dosis dengan 18.880 vial.

Adapun data realisasi vaksinasi per 3 April oleh Dinas Kesehatan mencatat sudah mencapai 18,30 persen untuk tahap I dan 7,30 persen untuk tahap II sekitar 1.506.638 orang yang sudah divaksin dari target 6.493.275 orang.

Sedangkan untuk tenaga kesehatan, telah mencapai 58.858 orang, petugas publik 694.477 orang dan lansia 753.303 orang. (*)

Bone, humas.sulselprov.go.id – Pemerintah Pusat akan melakukan pengiriman vaksin Covid-19 Biofarma sebanyak 18.880 vial atau 9,6 koli, hari ini. Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, menegaskan, vaksinasi di Sulsel tidak dilakukan penundaan, melainkan masih menunggu vaksin tahap kedua dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Andi Sudirman mengatakan, Pemprov Sulsel telah menjalankan arahan dari pemerintah pusat untuk melakukan proses vaksinasi pada tahap awal secepat mungkin. Vaksinasi dilakukan kepada tenaga kesehatan maupun ASN lingkup Pemprov Sulsel, dan pemerintah kabupaten kota se Sulsel.

“Bukan disetop, justru kita ini tahap terakhir untuk tahap kedua. Malahan kita sudah menghabiskan stok yang ada, tinggal masalah vaksinasi tahap kedua,” ungkap Andi Sudirman, Selasa, 6 April 2021, di Kabupaten Bone, usai puncak HUT ke 691 Bone.

Ia melanjutkan, saat ini telah bersurat ke Kemenkes untuk pengadaan vaksin tahap dua.

“Tapi kita sudah bersurat ke Kementerian Kesehatan untuk penambahan stok, justru kita menyelesaikan lebih cepat dari target, dari perkiraan sebelumnya,” jelasnya.

“Jadi kita sudah bersurat. Kita tidak produksi vaksin, kita melaksanakan saja, kita menunggu stok dari pusat,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Sulsel, dr Nurul AR, mengungkapkan, saat ini stok vaksin di gudang Dinas Kesehatan Sulsel sedang kosong.

“Stok vaksin di gudang vaksin provinsi sudah tidak ada,” kata dr Nurul.

Nurul menyebutkan, alokasi vaksin yang diminta ke Kemenkes belum tiba. Namun, hari ini atau besok dikonfirmasi sudah akan dikirim.

“Info terkini vaksin sudah siap dikirim hari ini atau paling lambat besok,” ungkapnya.

Vaksinasi akan kembali dilakukan sampai stok vaksin dari Biofarma tiba. Data dari Dinas Kesehatan, jumlah vaksin yang yang diusulkan pada termin II yaitu 187.551 dosis dengan 18.880 vial.

Adapun data realisasi vaksinasi per 3 April oleh Dinas Kesehatan mencatat sudah mencapai 18,30 persen untuk tahap I dan 7,30 persen untuk tahap II sekitar 1.506.638 orang yang sudah divaksin dari target 6.493.275 orang.

Sedangkan untuk tenaga kesehatan, telah mencapai 58.858 orang, petugas publik 694.477 orang dan lansia 753.303 orang. (*)

0 50

Luwu, humas.sulselprov.go.id – Melanjutkan kunjungan kerjanya di Kabupaten Luwu, Plt Gubernur Sulsel meninjau pelaksanaan vaksinasi di Puskesmas Latimojong, Desa Rante Lajang, Kabupaten Luwu, Sabtu, 27 Maret 2021.

Vaksinasi yang digelar untuk guru, pekerja publik, dan tokoh masyarakat Kecamatan Latimojong tersebut, sebagai salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Luwu dalam penanganan Covid-19, khususnya bagi masyarakat di dataran tinggi.

Plt Gubernur Sulsel di sela-sela peninjauannya, menyampaikan pelaksanaan vaksinasi juga sekaligus sebagai bentuk tindak lanjut dari amanat pemerintah pusat, untuk memvaksin masyarakat dari kalangan pelayan publik seperti guru, serta masyarakat lanjut usia sesuai dengan surat edaran yang dikeluarkan pemerintah provinsi.

“Disini kami lagi melaksanakan vaksin sesuai amanat pemerintah pusat untuk memprioritaskan guru. Saya juga sudah keluarkan surat edaran untuk vaksinasi guru, pelayan publik, dan lansia,” ucapnya.

Tidak hanya itu, Andi Sudirman mengungkapkan, vaksinasi yang dilakukan khusus untuk kalangan tenaga pengajar juga untuk menghadapi pelaksanaan sekolah tatap muka yang akan dimulai secara bertahap pada Juni mendatang.

Plt Gubernur menuturkan, untuk vaksinasi menghadapi sekolah tatap muka dilakukan bertahap dengan melihat kondisi Covid-19 di wilayah masing-masing daerah berdasarkan zonasi.

“Vaksin ini juga dalam rangka menghadapi pembukaan sekolah secara tatap muka yang dilakukan secara bertahap, dengan melihat zonasi wilayah di kabupaten/kota, seperti zona hijau dan sebagainya,” jelasnya.

Sementara itu, berkaitan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di Kabupaten Luwu, Plt Gubernur Sulsel bersama rombongan meninjau lokasi rumah produksi untuk Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Sentra IKM Barambing.

Ia mengapresiasi hadirnya Sentra IKM yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas produksi. Menurutnya, rumah produksi tersebut memiliki fasilitas yang cukup bagus. Hanya, masih ada beberapa persen lagi yang membutuhkan perbaikan.

“Saya sudah lihat fasilitasnya, bagus sekali fasilitas disini. Saya bisa bilang 80 persen bagus dan ada 20 persen mungkin minor perbaikan. Tetapi pada intinya di dalam sudah lengkap ada mesin-mesinnya,” tuturnya.

Andi Sudirman pun meminta kepada Pemerintah Kabupaten Luwu dan pengelola Sentra IKM Barambing untuk melakukan pendataan terhadap fasilitas yang harus mendapat perbaikan dan fasilitas yang harus dioptimalkan.

“Ini sudah ada yang mau mengelola untuk produksi kopi Latimojong, tapi kita minta dulu bisnis plannya, pelemparan berapa, bisa dikelola berapa, dan target market dimana. Karena saya menginginkan ketika dibantu nanti, mesin atau fasilitas lainnya betul-betul terpakai, karena kita harus berpikir matang sekali,” tutupnya. (*)

0 73
  • Jelang Ramadhan, Plt Gubernur Minta Penceramah, Ustad, Imam Masjid, Hingga Marbot Divaksin

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Menghadapi bulan suci Ramadhan, Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, menginstruksikan kepada Dinas Kesehatan Sulsel untuk memprioritaskan pemberian vaksin kepada guru mengaji, penceramah, ustad, dan marbot. Ini dilakukan untuk menjaga kondisi kesehatan masyarakat di bulan Ramadhan nanti.

“Yang saya juga minta karena mau Ramadhan, pengkhotbah, ustad, imam masjid, marbot, guru mengaji anak-anak itu divaksin semua. Bahkan termasuk tokoh agama lainnya seperti pendeta dan sebagainya itu divaksin semua,” katanya dalam agenda Coffee Morning, di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulsel, Senin, 22 Maret 2021.

Menurutnya, di bulan Ramadhan nanti aktivitas masyarakat khususnya umat muslim, akan lebih banyak dilakukan untuk beribadah di masjid dan tempat-tempat pengajian. Sehingga kalangan inilah yang akan lebih sering berinteraksi dengan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Plt Gubernur juga kembali menegaskan kepada Dinas Kesehatan untuk memprioritaskan pemberian vaksin kepada tenaga pendidik. Mulai pengajar di tingkat Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi, sampai pada bulan Mei nanti.

Menurutnya, tenaga pengajar ini harus diprioritaskan untuk menjalani vaksinasi karena berdasarkan target Presiden, sekolah tatap muka sudah akan dibuka pada Juni mendatang.

Untuk itu, Plt Gubernur berharap dinas terkait mendata jumlah semua guru yang ada di Sulsel untuk menjalani vaksinasi. Mengingat masih ada waktu tiga bulan yang bisa dimanfaatkan untuk memvaksin semua tenaga pengajar sebelum masuknya sekolah tatap muka.

“Ini kan Maret, April, Mei, dua bulan kedepan selesai semua guru, tercover semua guru,” katanya.

Menurutnya, tidak hanya tenaga guru, tenaga pengajar di tingkat perguruan tinggi juga harus menjadi target sasaran vaksinasi sebelum dimulainya proses belajar tatap muka.

Berdasarkan data yang disampaikan Dinas Kesehatan Sulsel, total sasaran vaksinasi di Sulsel sebanyak 6,4 juta orang yang dibagi dalam tiga kategori. Yakni sumber daya kesehatan atau tenaga kesehatan, petugas publik dan lansia.

Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Muhammad Ichsan Mustari, menjelaskan, target pemberian vaksin untuk tenaga kesehatan pada tahap pertama dan kedua sudah mencapai lebih dari 100 persen.

“Minggu ini sampai dua minggu ke depan, kita terus usahakan vaksinasi. Kedua, untuk para lansia dan petugas publik,” bebernya. (*)

0 44
  • Plt Gubernur Sulsel : Persiapan Sekolah Tatap Muka Dilakukan Bertahap

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menargetkan seluruh guru di Sulsel untuk melakukan proses vaksinasi Covid-19. Jika capaian target cepat selesai, maka pembukaan sekolah untuk proses pembelajaran tatap muka langsung bisa dilakukan secara bertahap.

Apalagi, vaksinasi tahap kedua yang menyasar pelayan publik ini, didalamnya termasuk bagi guru.

“Guru masuk dalam prioritas melakukan vaksinasi Covid-19. Target vaksin bagi guru menjadi prioritas dalam rangka persiapan pembukaan sekolah tatap muka secara bertahap ke depan,” ujar Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, Jum’at, 19 Maret 2021.

Dirinya pun berharap, Sulsel bisa menjadi percontohan untuk percepatan pelaksanaan vaksinasi bagi pelayan publik, utamanya bagi guru. Terlebih lagi, Plt Gubernur Sulsel telah mengeluarkan Surat Edaran tentang Akselerasi Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19.

Apalagi, pembelajaran jarak jauh yang diterapkan selama ini, jika terlalu lama itu juga beresiko.

“Kita harap jika target vaksinasi bagi guru cepat selesai, maka jika memungkinkan Sulawesi Selatan bisa dilakukan sekolah tatap muka. Jika nantinya dilakukan belajar tatap muka, para siswa maupun guru tetap mematuhi protokol kesehatan yang ketat di sekolah,” ujarnya.

Diharapkan, peran serta guru di Sulsel untuk ikut serta dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19 ini. Sebagai langkah untuk menekan laju penularan virus corona.

Sebelumnya, Kamis (18/3/2021) kemarin, Plt Gubernur Sulsel mendampingi Presiden RI, Joko Widodo, meninjau pelaksanaan Festival Smart Vaksinasi Makassar di Hotel Dalton, Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar. Vaksinasi itu diikuti oleh 500 guru di Kota Makassar.

Jokowi berharap jika vaksinasi kepada seluruh guru di Makassar telah selesai dilaksanakan, maka uji coba pembelajaran tatap muka secara terbatas dapat dimulai.

“Apabila semua sudah selesai (vaksinasi), ada uji coba tatap muka terbatas. Dan di Bulan Juli juga akan dilakukan untuk masuk sekolah, tetapi dengan tatap muka terbatas. Dari situlah nanti kita evaluasi apakah bisa dilakukan tatap muka penuh mungkin pada bulan-bulan setelah itu,” terangnya. (*)

0 59

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Plt Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman mendorong langkah untuk mensukseskan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tahap kedua.

Diketahui, vaksinasi Covid-19 tahap kedua ini yang menyasar pelayan publik telah dimulai sejak awal Maret 2021.

Untuk meningkatkan capaian itu, Plt Gubernur Sulsel mengeluarkan Surat Edaran tentang Akselerasi Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 yang diteken tertanggal 16 Maret 2021.

Sebanyak tujuh poin yang termaktub dalam surat edaran tentang akselerasi pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

Diantaranya, dikatakan bahwa akselerasi vaksinasi massal dilaksanakan di kabupaten/kota di Sulsel dimulai pada tanggal 18 Maret 2021 sampai selesai. Akselerasi vaksinasi massal tersebut diberikan kepada guru/dosen, lansia, TNI, Polri, DPRD, pejabat daerah, pedagang pasar, pariwisata, sopir, ojek, taxi, dan petugas pelayanan publik lainnya.

Pada edaran itu pula, diminta agar sosialisasi vaksinasi Covid-19 masif dilakukan, serta melakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan. Serta berupaya membuat inovasi layanan vaksinasi.

“Edaran ini untuk bupati/wali kota serta segenap pimpinan instansi vertikal se-Sulsel guna mempercepat pencapaian target pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Provinsi Sulawesi Selatan. Khususnya, bagi pelayanan publik dan lansia. Maka perlu dilakukan akselerasi pemberian vaksinasi massal di setiap kabupaten/kota di lingkup Provinsi Sulawesi Selatan,” jelasnya.

Menurutnya, melalui vaksinasi Covid-19 ini, merupakan salah satu langkah untuk menekan penyebaran virus corona. Bahkan dirinya pun membuktikan dirinya telah lengkap melaksanakan vaksinasi Covid-19 dua kali suntikan.

“Mari dukung upaya Pemerintah untuk mencegah penyebaran virus corona. Ayo, kita lakukan vaksin,” pintanya. (*)

0 46
  • Vaksinasi Covid-19 untuk Pelayan Publik Dimulai

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Vaksinasi Covid-19 tahap kedua di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) telah dimulai, 1 Maret 2021. Jika vaksinasi tahap pertama diperuntukkan bagi tenaga kesehatan, kini tahap dua khusus untuk pelayan publik. Diantaranya Guru, TNI/Polri, DPRD, Tokoh Agama, Pejabat Daerah, ASN, BUMN, BUMD, Satpol PP, pedagang pasar, petugas pariwisata, organda, dan ojek/taksi online.

Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, dr Ichsan Mustari, mengatakan, untuk vaksinasi tahap dua ini mulai dilakukan 1 Maret hingga 31 April 2021, dengan jumlah sasaran vaksinasi sebanyak 694.858 orang. Per tanggal 2 Maret, total yang telah divaksin sebanyak 905 orang (0,13 persen), dengan total tertunda 70 (0,01 persen), dan total tertolak 8 (0,001 persen).

Ia pun membeberkan, capaian vaksinasi tahap satu untuk tenaga kesehatan. Pada dosis satu, dari total sasaran 58.858, sebanyak 56.754 (96,43 persen) yang telah divaksin, total tertunda 3.381 (5,74 persen), total tertolak 2.945 (5 persen). Pada dosis kedua bagi nakes, dari total sasaran 58.858, dengan total divaksin 44.614 (75,80 persen), total tertunda 581 (0,99 persen), total tertolak 16 (0,03 persen).

“Selisih antara dosis 1 dan dosis 2 terjadi karena pemberiannya 14 hari. Artinya bahwa 14 hari kemudian jumlah dosis 2 akan sama dengan jumlah dosis 1 (94,45 persen),” jelasnya.

Untuk target sasaran ASN, vaksinasi mulai dilakukan di Kantor Gubernur Sulsel, 2 Maret 2021. Salah satu pejabat yang divaksin Asisten III Tautoto Tanaranggina.

Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, berharap pelaksanaan vaksinasi untuk pelayan publik bisa berjalan lancar dan bisa mencapai target.

“Alhamdulillah, vaksinasi tahap dua untuk pelayanan publik telah dimulai. Kita berharap antusiasme dari pelayan publik untuk mensukseskan vaksinasi ini,” ungkapnya.

Langkah ini, kata dia, sebagai salah satu cara untuk menekan angka penyebaran virus Corona. Bahkan dirinya pun menjadi orang pertama yang melakukan vaksinasi Covid-19 di Sulsel. Bahkan menjadi bukti ke masyarakat tidak adanya dampak serius dengan melakukan vaksin Covid-19.

“Yang perlu diperhatikan, para penerima vaksin ini harus melalui skrining terlebih dahulu. Jika memenuhi syarat baru bisa melakukan vaksin. Jangan takut divaksin,” pesannya.

Tanggal 2 Maret 2021 menjadi satu tahun Covid-19 di Indonesia. Angka kesembuhan di Sulsel per 2 Maret 2021 pukul 20:00 WITA berada di angka 92,2 persen, dan menjadi angka kesembuhan tertinggi di satu minggu terakhir. Angka Rt atau effective reproduction number berada di bawah 1 yaitu 0,99. Namun dengan masuknya virus corona di Indonesia, menjadikan kita tetap perlu meningkatkan kewaspadaan dan menjaga protokol kesehatan. (*)

0 96

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tahap kedua menyasar pelayan publik ASN lingkup Pemprov Sulsel, telah mulai dilakukan, Selasa, 2 Maret 2020. Salah seorang pejabat yang ikut divaksin, Asisten III Tautoto Tanaranggina, mengatakan, kegiatan ini adalah hal yang positif sebagai bagian dari upaya pemutusan mata rantai dan melindungi diri dari Covid-19.

“Saya kira vaksin itu adalah hal yang positif, dan terima kasih pada pemerintah karena telah melindungi melalui vaksin ini, melindungi dari pandemi Covid-19,” kata Tautoto.

Dia menjadi satu dari 257 ASN yang terdaftar untuk divaksin di hari pertama. Adapun vaksinasi akan dilakukan hingga 10 Maret mendatang, dengan total terdaftar 1.484 ASN.

Tautoto mengatakan, pemberian vaksin di ruang lingkup ASN penting dilakukan. “Sebagai pelayan masyarakat dan bersentuhan dengan tamu-tamu, sehingga kita perlu diproteksi,” sebutnya.

Selanjutnya, dia menyampaikan pengalamannya divaksin, sama seperti penyuntikan lain. Tidak ada gejala yang berlebihan dirasakan. Sensasinya hanya seperti digigit semut saat disuntik.

“Yang saya rasakan divaksin ini tidak ada. Seperti disuntik biasa. Dan wajar, sakitnya seperti digigit semut dan ini tidak lama. Beberapa detik saja,” jelasnya.

Sebelum divaksin, ia telah memimpin dua rapat, kemudian setelah divaksin juga memimpin dua rapat dengan kondisi tubuh masih fit.

“Saya imbau kepada masyarakat tidak usah menghkhawatirkan ini. Karena ini bagian dari upaya kita memproteksi diri bagaimana bisa sehat dan terhindar dari wabah,” imbuhnya.

Sedangkan, Koordinator Tata Usaha Klinik Balai Pelayanan Kesehatan Pemprov Sulsel, dr. Muhammad Taqwim, mengatakan, vaksinasi kedua dilakukan tepat 14 hari atau dua minggu setelah pemberian vaksin pertama. Para penerima vaksin terlebih dahulu harus melalui beberapa tahap, misalnya pengecekan kependudukan dan administrasi.

Selanjutnya masuk dalam tahap screening. Tahap ini menilai kelayakan kondisi kesehatan. Bagi penyintas Covid-19, maka akan ditunda statusnya, minimal tiga bulan setelah dinyatakan sembuh. Sedangkan bagi penderita hipertensi diperbolehkan asal memenuhi syarat dari Kemenkes.

Diketahui, syarat yang harus dipenuhi berdasarkan tertuang dalam Surat Edaran Nomor HK.02.02/I/368/2021 yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes.

Orang dengan hipertensi masih bisa menjadi penerima vaksin, asalkan tekanan darahnya masih di bawah 180/110 MmHg. Pasalnya, dulu orang dengan tekanan darah di atas 140/90 tidak boleh menerima vaksin Covid sama sekali.

“Dikonsul dulu untuk pemeriksaan lanjutan. Dulu 140 tidak boleh sama sekali. Kalau sekarang boleh selama itu terkontrol. Kalau ada memang rekomendasi dari dokter yang rawat jauh lebih baik,” jelasnya.

Kemudian dilakukan vaksin dan observasi selama 30 menit. Observasi dilakukan untuk mengantisipasi jika terjadi kejadian luar biasa. Walaupun menurutnya, persentasenya kecil dan jarang terjadi. (*)

0 89
  • HUT Pinrang Ke-61 Tahun

Pinrang, humas.sulselprov.go.id – Gubernur Sulawesi Selatan, Prof. HM Nurdin Abdullah dalam setiap kesempatan terus mengingatkan masyarakat, satu-satunya solusi melindungi diri dari Covid-19 dengan mengikuti vaksin.

“Mari kita sukseskan vaksin ini untuk menekan penularan Covid-19. Jadi vaksin adalah solusi bagi kita semua untuk melindungi diri,” kata Prof Nurdin Abdullah dalam sambutannya pada rapat paripurna DPRD Kabupaten Pinrang di HUT Ke-61 tahun, di Protpim Kabupaten Pinrang, Jumat, 19 Febuari 2021.

Ia menyebutkan, pandemi Covid-19 ini merupakan tantangan besar yang dihadapi seluruh masyarakat Indonesia bahkan dunia. Olehnya itu, tugas terbesar dari pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten kota bagaimana bersatu padu dalam pemulihan ekonomi.

“Jadi bapak ibu sekalian yang saya hormati saya kira pemerintah sudah memberikan solusi dengan mengikuti vaksin. Vaksin untuk nakes kita targetkan bulan Maret kita selesaikan vaksinasinya. Setelah itu kita lanjutkan lagi untuk yang rentan menularkan atau tertular, mubaligh, wartawan, dan yang bekerja di tempat kerumunan seperti pasar dan lainnya,” jelasnya.

Menurut dia, pemerintah pusat saat ini tidak tanggung-tanggung mengeluarkan biaya sebanyak Rp 147 triliun khusus pengadaan vaksin bagi masyarakat Indonesia, termasuk Sulsel.

“Makanya bapak Presiden sangat mengapresiasi langkah Sulsel dalam penanganan Covid-19 di Sulsel. Jadi sekarang pemerintah sudah memberikan solusi dengan vaksin,” ujarnya.

Berdasarkan laporan dari Bupati Kabupaten Pinrang, H. A. Irwan Hamid penanganan Covid-19 di Kabupaten Pinrang cukup baik.

“Saya melihat penanganan Covid-19 di Pinrang ini cukup baik. Tapi ini tetap menjadi tantangan bagi kita semua terutama untuk pemulihan ekonomi,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Pinrang, H. A Irwan Hamid mengaku, saat ini tercatat sebanyak 32 orang terkonfirmasi positif Covid-19 di Pinrang. Dari 32 orang tersebut terbagi-bagi di beberapa tempat,
ada yang masih di Rumah Sakit (RS), ada pula yang masih melakukan isolasi mandiri.

“32 orang masih terkonfirmasi positif, sebagiannya masih di RS dan isolasi mandiri. Kami terus melakukan kegiatan tracking secara ketat sampai saat ini,” ungkap Irwan Hamid dalam sambutannya.

Kabupaten Pinrang di bawah kepemimpinan dirinya terus berbenah dengan membangun sinergi yang baik dengan seluruh elemen masyarakat, Forkopimda dan organisasi vertikal.

“Kami saling menggenggam tangan dalam menyelesaikan masalah yang ada di kabupaten Pinrang. Kami sudah bersinergi dengan baik selama ini,” tutupnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Pinrang, H. A. Irwan Hamid, Wakil Bupati Pinrang, H. Alwin, Sekda Kabupaten Pinrang, Ir. Budaya, Ketua DPRD Kabupaten Pinrang, H. Muhtadin, Wakil Ketua DPRD Sulsel, Anggota DPRD Sulsel. Turut hadir mendampingi Gubernur, Kepala Biro Umum Setda Pemprov Sulsel, Kapala Bappeda, Kaban BKAD, Asisten 1 Bagian Pemerintah, dan seluruh rombongan lainnya. (*)

0 65

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulsel masih terus melakukan vaksinasi Covid-19 terhadap tenaga kesehatan (nakes) sejak 14 Januari 2021 lalu. Secara prosedural, nakes dijadwalkan menerima Vaksin Sinovac sebanyak dua dosis, dengan jarak 14-28 hari antara penyuntikan perdana dan kedua.

Untuk dosis pertama, sudah ada 44.579 orang atau 68,74 persen. Sementara dosis kedua ada 5.859 orang atau 9 persen nakes yang telah disuntik vaksin Covid-19 di Sulsel. Data tersebut diambil sejak 14 Januari hingga 16 Februari 2021, dari laporan harian manual kabupaten/kota.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sulsel, dr Nurul AR, menyebut, proses vaksinasi di kabupaten/kota terus berjalan. Setiap hari, ada laporan harian jumlah nakes yang divaksin untuk direkapitulasi Dinkes Sulsel.

“Totalnya 44.579 orang dan dosis kedua ada 5.859 orang. Kami harap akhir Februari semuanya sudah selesai,” ujarnya kepada wartawan, Rabu, 17 Februari 2021.

Selain itu, ada 10.059 atau 15,51 persen nakes yang ditunda mendapatkan vaksinasi dosis pertama dikarenakan beberapa faktor. Kemudian, ada 123 nakes yang ditunda mendapatkan vaksinasi dosis kedua.

“Persyaratan penerima vaksin kini semakin melebar. Banyak nakes yang kemarin tidak memenuhi syarat, kini sudah bisa divaksin. Contohnya tekanan darah kini berkisar 180/110, lansia sudah bisa divaksin, penderita kanker yang sudah stabil pun juga sudah boleh, ibu menyusui dan penyintas Covid-19 kini juga lolos skrining,” beber dr Nurul.

Berikut rincian realisasi vaksinasi Covid-19 bagi nakes pada 16 Februari 2021 untuk tingkat kabupaten berdasarkan laporan harian. Kepulauan Selayar sebanyak 101 nakes dosis pertama, 64 nakes dosis kedua. Bantaeng, 29 nakes dosis pertama, 62 nakes dosis kedua. Jeneponto, 126 nakes dosis pertama, 43 dosis kedua.

Selanjutnya, Takalar 41 nakes dosis pertama, 97 dosis kedua. Gowa, 65 nakes dosis pertama, 59 dosis kedua. Sinjai, 98 nakes dosis pertama, 253 dosis kedua. Maros 18 nakes dosis pertama 32 dosis kedua, Pangkep 176 nakes dosis pertama 292 dosis kedua, Barru 41 nakes dosis pertama 42 dosis kedua.

Kemudian, Bone 184 nakes dosis pertama dan tidak untuk dosis kedua, Soppeng 37 nakes dosis pertama 305 dosis kedua, Wajo 118 nakes dosis pertama dan tidak ada di dosis kedua,  Sidrap tidak ada nakes didosis pertama 12 didosis kedua, Pinrang tidak nakes didosis pertama 515 didosis kedua.

Lanjut, Enrekang 37 nakes didosis pertama dan tidak ada didosis kedua, Tana Toraja 27 nakes dosis pertama 128 dosis kedua, Luwu Utara 65 nakes dosis pertama 31 dosis kedua, Lutim 29 nakes dosis pertam 307 dosis kedua, Toraja Utara 32 nakes dosis pertam dan tidak ada didosis kedua, Makassar 218 nakes dosis pertama 312 dosis kedua, Parepare 84 nakes dosis pertama 267 dosis kedua. Sementara Bulukumba dan Luwu belum melaporkan data harian. (*)

0 15
Makassar, humas.sulselprov.go.id - Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, menerima kunjungan silaturahmi Wakil Ketua MPR RI, Syarief Hasan, di Rumah Jabatan...