Tags Posts tagged with "Vaksinasi Covid-19"

Vaksinasi Covid-19

0 153

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Seiring dengan fase covid gelombang ketiga yang ditandai dengan adanya varian omicron, Pemerintah Provinsi Sulsel terus melakukan kebut vaksinasi.

Tertanggal 8 Maret 2022, progres vaksinasi di Sulsel telah mencapai 85% dari total target 7 juta lebih orang.

“Vaksinasi terus kita lakukan dan genjot sebagai ikhtiar dalam upaya menekan laju covid-19. Alhamdulillah, vaksinasi Sulsel telah mencapai 85 persen atau lebih dari 6 juta orang,” kata Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, Rabu, 9 Maret 2022.

Data vaksinasi Sulsel per 8 Maret 2022 berdasarkan data KPCPEN total capaian vaksinasi dosis 1 sebanyak 6.004.765 orang atau 85,08 persen. Sedangkan dosis 2 sebanyak 4.100.348 atau 58,09 persen dan vaksinasi booster atau dosis 3 sebanyak 192.360 orang atau 2,73 persen.

“Dukungan percepatan vaksinasi terus dilakukan di seluruh di Kabupaten/Kota di Sulsel, baik itu yang telah tinggi capaian vaksinasinya ataupun yang masih rendah,” sebutnya.

Adapun untuk memudahkan dan mendekatkan layanan vaksinasi kepada masyarakat dan menjangkau masyarakat kelompok rentan, Pemprov menghadirkan program Sulsel Kebut Vaksinasi dengan layanan mobile vaccinator.

Selain itu juga dihadirkan gerai vaksin di Rumah Sakit Pemprov Sulsel dan tempat-tempat pelayanan publik dan pusat aktivitas masyarakat.

Tim mobile vaccinator pun menyasar lokasi-lokasi keramaian, seperti menyiapkan layanan vaksinasi di mall diantaranya di Nipah Mall, TSM dan Mari Mall. (*)

0 205

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan terus menggalakkan kebut vaksinasi. Hal itu sejalan dengan instruksi Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.

Meski menunjukkan tanggal merah atau hari libur, Dinas Pendidikan menggandeng tim Mobile Vaccinator Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel melaksanakan vaksinasi pada Senin (28/2/2022).

Dalam kegiatan vaksinasi sehari ini melibatkan beberapa sekolah yang dilakukan di lima titik. Adapun lokasinya yakni di SMAN 5 Makassar, SMAN 14 Makassar, SMAN 21 Makassar, SMKN 6 Makassar serta di SMAN 3 Takalar.

Menariknya, sasaran peserta vaksinasi ini bukan hanya pelajar maupun pendidik dan tenaga kependidikan (PTK). Tetapi juga melibatkan keluarga dari pelajar/PTK sekolah.

Alhasil, pada pelaksanaan vaksinasi di Makassar ini telah menyasar 462 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 38 orang mendapatkan vaksin dosis 1 dan vaksin dosis 2, sedangkan 424 orang mendapatkan vaksinasi dosis 3 atau booster.

Sementara di Takalar, berhasil melakukan vaksinasi terhadap 155 orang, yang mendapatkan vaksinasi dosis 2 dan vaksinasi dosis 3.

“Alhamdulillah, hari ini dilakukan vaksinasi di beberapa titik sekolah di Makassar dan Takalar. Kita juga melibatkan keluarga daripada pelajar dan PTK,” ujar Andi Sudirman.
Vaksinasi memang terus digalakkan Pemprov Sulsel sebagai bentuk upaya mengakhiri pandemi.

“Ini sebagai bentuk ikhtiar kita dalam mencegah penyebaran covid-19 dan mencegah resiko fatality,” tambahnya.

Ditambahkan Plt Kepala Dinas Pendidikan Sulsel Imran Jausi mengatakan, bahwa Dinas Pendidikan Sulsel terus berupaya dalam kebut vaksinasi.

“Pelaksanaan vaksinasi ini mengikuti arahan bapak Plt Gubernur Sulsel, bagaimana pelajar kita, maupun guru-guru, staf di sekolah beserta keluarganya untuk melakukan vaksinasi,” ungkapnya. (*)

0 313

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirma Sulaiman mengajak masyarakat untuk segera melakukan vaksinasi. Serta yang telah mendapatkan dosis satu, untuk segera melengkapi vaksinasi dosis dua dan booster.

Hal itu disampaikan Andi Sudirman usai melakukan Rapat Koordinasi Evaluasi PPKM yang dipimpin oleh Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto secara virtual, Minggu (13/2/2022). Yang dihadiri oleh Menteri Kesehatan, Wakil Menteri Keuangan, Panglima TNI, Asops Kapolri; Kepala BNPB. Serta diikuti oleh para Gubernur, Bupati/Walikota serta Forkopimda.

“Dalam sepekan terakhir ini, ada 5 kasus kematian di Sulsel. Dan ternyata mereka belum mendapatkan vaksinasi lengkap. Ayo segera Vaksin lengkap!,” pintanya.

Menurutnya, hal itu sejalan dengan yang diutarakan oleh Presiden, Joko Widodo beberapa waktu lalu. Bahwa ada dua kunci dalam penanganan varian omicron, yakni percepatan vaksinasi dan meningkatkan protokol kesehatan. Apalagi varian omicron penularannya lebih cepat daripada varian delta, namun angka meninggal 69% diantaranya belum vaksin lengkap, sementara 31% sudah vaksin lengkap.

“Hal ini menjadi catatan, bahwa vaksinasi memberi manfaat sebagai ikhtiar dalam mencegah gejala berat dan fatality (kematian). Olehnya itu, diharapkan dukungan seluruh masyarakat untuk percepatan vaksinasi Covid-19 dosis dua dan vaksinasi untuk lansia,” tuturnya.

Adapun perkembangan Covid-19 di Sulsel, per tanggal 12 Februari 2022 positif aktif berjumlah 2.997 atau 2,65%; angka kesembuhan 95,37%; angka kematian 1,99%. Meski begitu, kata dia, keterisian tempat tidur (BOR) Isolasi dan ICU dan Isolasi kita masih rendah. BOR isolasi sekitar 9% dan BOR ICU sekitar 3%.

“Kasus konfirmasi harian dalam satu minggu terakhir sekitar 2.608 kasus baru dengan laju kasus positif per 100.000 penduduk sebesar 29,1%. Sedangkan laju kematian per 100.000 penduduk dalam 7 hari terakhir adalah 0,06%. Walaupun terjadi kasus konfirmasi yang signifikan rawat inap secara cara umum dalam satu minggu terakhir masih berada berada pada angka 1,75 per 100.000 penduduk,” jelasnya.

Sementara total cakupan vaksinasi di Sulawesi Selatan, untuk Dosis ke-1 telah mencapai 5.804.611 orang atau 82,24%, sedangkan Dosis ke-2 sebanyak 3.769.165 orang atau 53,40%. Sedangkan untuk lansia, vaksinasi Dosis ke-1 telah mencapai angka 64,33% dan Dosis ke-2 sebesar 37,42%.

“Adapun kesiapsiagaan kami menghadapi gelombang ketiga ini diantaranya pelaksanaan PPKM dan Prokes secara konsisten; penyiapan TT Isolasi; penyiapan oksigen dan nakes; percepatan vaksinasi melalui program kebut vaksinasi; layanan telemedicine Hallo Dokter bagi yang melakukan isolasi mandiri; penguatan tracing dan testing; serta pengawasan pengetatan pintu-pintu masuk Sulsel,” terangnya. (*)

0 170
  • Andi Sudirman Minta Perketat 5M dan Vaksinasi Lengkap Demi Hindari Kematian Covid-19

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Indonesia kembali dihadapkan pada lonjakan kasus COVID-19 akibat varian Omicron. Jumlah kasus Covid-19 per 27 Januari 2022 dari data Covid19.go.id Kementerian Kesehatan sebanyak 8.077 kasus.

Dari jumlah tersebut, Jakarta dengan 4.149 kasus sebagai provinsi penyumbang kasus terbanyak. Sulsel dengan 20 kasus.

Untuk mengantisipasi lonjakan kasus, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman kembali mengingatkan untuk memperketat protokol kesehatan 5M: Memakai masker; Mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir; Menjaga jarak; Menjauhi kerumunan; serta Membatasi mobilisasi dan interaksi.

“Kepada seluruh masyarakat untuk memperketat 5M dan pastikan sudah melakukan vaksin lengkap untuk menghindari fatality (kematian) ketika terpapar Covid-19 termasuk varian omicron yang memiliki kecapatan penyebaran tinggi,” kata Andi Sudirman Sulaiman.

Dari 20 kasus di Sulsel, 8 kasus di Kota Makassar dan 7 kasus di Barru. Sedangkan Gowa, Sinjai, Bone, Sidenreng Rappang dan Luwu Timur masing-masing 1 kasus. Adapun kasus Covid-19 selama sepekan fluktuatif. 21 Januari sebanyak 7 kasus, 22 Januari 8 kasus, 23 Januari 4 kasus, 24 Januari 9 kasus, 25 Januari 15 kasus dan 26 Januari 12 kasus. Terdapat 1 pasien meninggal pada 22 Januari.

Adapun, terkait Covid-19 varian Omicron, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin meminta (27/2) masyarakat mengetahui ciri-ciri varian Omicron agar bisa melakukan pencegahan. Omicron sebutnya, memicu gejala ringan seperti flu biasa, batuk, dan demam dengan tingkat penularan yang cepat.

“Nanti kita akan melihat dalam waktu yang singkat kenaikan jumlah kasus yang cukup tinggi,” sebutnya dalam konferensi secara virtual, Kamis (27/1).

Ia berpesan kepada masyarakat untuk tetap waspada dan hati-hati. Yang paling penting selalu pakai masker, hindari kerumunan karena penularan akan semakin tinggi. Kalau bisa kerja di rumah, di rumah saja, tidak usah pergi kemana-mana karena risiko tertularnya sedang tinggi. Tapi kalau pun tertular tidak usah panik yang penting disiplin isolasi sendiri dan minum vitamin, jika ada gejala ringan minum obat. (*)

0 142

Enrekang, humas.sulselprov.go.id – Distribusi pembagian hadiah untuk Program Vaksinasi yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi-Selatan terus berkanjut ke kabupaten/kota di Sulsel.

Hadiah yang dibagikan, berupa 1 unit mobil, 30 unit sepeda motor, 300 unit sepeda dan 300 unit handphone. Pengundian dilakukan 31 Desember 2021 lalu.

Di antara pemenang tersebut, berasal dari Kabupaten Enrekang, menyampaikan rasa terima kasihnya atas hadiah dari program tersebut yang diinisiasi oleh Plt Gubernur Andi Sudirman Sulaiman.

“Yang terhormat Gubernur Sulawesi-Selatan, saya mengucapkan banyak-banyak terima kasih atas hadiah yang diberikan kepada saya, hadiah vaksin,” kata Daing, Selasa, 26 Januari 2022.

Ia pun mengajak warga lainnya di Kabupaten Enrekang yang juga dikenal dengan sebutan Bumi Masserempulu untuk ikut vaksinasi.

“Saya mewakili Kabupaten Enrekang, Tana Masserempulu, ayo Masserempulu vaksin, ayo vaksin,” sebut pria 46 tahun ini yang berprofesi sebagai petani.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sulsel, Husni Tamrin menyampaikan, bahwa hadiah hingga saat ini terus didistribusikan.

“Hadiah terus kami distribusikan kepada para pemenang, memastikan hadiah sampai ke pemenang dengan melakukan verifikasi untuk selanjutnya diserahkan,” jelasnya, Rabu, 26 Januari 2022.

Lanjutnya, untuk pemenang yang belum mengambil hadianya dapat mengambil di Dinas Kesehatan Sulsel.

Adapun berdasarkan data terkahir dari Komisi Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) tertanggal 24 Januari 2022, cakupan vaksinasi Sulsel telah mencapai 77,68 persen atau 5.482.477 persen untuk dosis 1 dan untuk dosis 2 sebesar 48,96 persen atau sebesar 3.455.931 orang. (*)

0 202

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Vaksinasi Covid-19 bagi lansia di Provinsi Sulawesi Selatan telah melewati 60%. Tertanggal 24 Januari 2022, lansia di Sulsel yang telah melakukan vaksinasi dosis satu sebanyak 471.191 jiwa atau 62,50%.

Berdasarkan data terakhir dari Komisi Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) tertanggal 24 Januari 2022, cakupan vaksinasi di Provinsi Sulawesi Selatan telah mencapai 77,68 persen atau sebesar 5.482.477 untuk dosis satu dan 48,96 persen atau sebesar 3.455.931 jiwa untuk dosis dua.

“Alhamdulillah capaian vaksinasi kita sudah 77,68 persen. Untuk lansia telah mencapai 62, 50%,” ucap Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, di Makassar, Selasa (25/1/2022).

Makanya, kata Andi Sudirman, pihaknya meminta masyarakat untuk ikut dalam upaya menggenjot capaian vaksinasi di Sulsel.

Keinginan Andi Sudirman, tidak lain untuk mengingatkan masyarakat untuk membentuk Herd Immunity (Kekebalan Kelompok) di masyarakat melalui pemberian vaksinasi secara lengkap, yakni dosis satu dan dosis dua.

“Dengan upaya kita untuk menggenjot pelaksanaan vaksinasi setidaknya bisa menekan laju penyebaran Covid-19,” ungkapnya.

Seluruh kabupaten/Kota di Sulsel, kata dia, mulai melakukan vaksinasi bagi anak usia 6 sampai 11 tahun. Adapun capaian vaksinasi bagi anak mencapai 4,52 persen. (*)

0 176

Makassar, humas.sulselprov.go.id – 20 dari 24 kabupaten/kota di Sulsel hingga Rabu, 19 Januari 2022, telah mencapai target vaksinasi minimal 70 persen. Adapun capaian target vaksinasi Sulsel 76,01 persen.

“Alhamdulillah ada dua daerah terbaru kemarin yang mencapai 70 persen yakni Tana Toraja dan juga Luwu Utara,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sulsel, Husni Thamrin, Kamis, 20 Januari 2022.

Berdasarkan data KPCPEN 19 Januari 2022 pukul 22.03 WIB Tona Toraja 73,26 persen, Luwu Utara 70,11 persen. Sedangkan empat daerah lainnya yang masih di bawah 70 persen yakni Kabupaten Jeneponto 69,52 persen; Maros 69,24 persen; Selayar 67,76 persen; dan Bulukumba 67,19 persen.

“Semoga Jeneponto dan Maros 70 persen hari ini,” harap Husni Thamrin.

Adapun secara total jumlah warga Sulsel yang telah divaksin untuk dosis pertama 5.370.979 orang dari target 7.058.141 orang. Sedangkan untuk dosis kedua 3.342.358 orang atau 47,35 persen.

Atas capaian ini, Pelaksana Tugas Gubernur Sulsel mengapresiasi pemerintah kabupaten/kota dan jajaran, terkhusus bagi tenaga kesehatan dan TNI-Polri yang mendukung program percepatan vaksinasi di Sulsel.

“Sangat berterima kasih atas kerja keras pemerintah daerah dan jajaran serta petugas di lapangan atas capaian 70 persen tersebut. Demikian juga untuk masyarakat,” ucapnya.

“Tentu kami memotivasi daerah yang belum mencapai target tersebut. Mari kita bersama untuk melakukan kebut vaksinasi agar terbentuk herd immunity,” pungkasnya. (*)

0 237

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Pelaksana Tugas Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, mendukung upaya pemerintah dalam upaya percepatan akselerasi vaksinasi. Baik yang digencarkan oleh Presiden, Kapolri dan Panglima TNI.

Provinsi Sulawesi Selatan telah mencapai target 70 persen capaian dosis 1 dari target 7 juta lebih orang. Kini berfokus untuk percepatan vaksinasi bagi lansia. Hal itu dilakukan sebagai syarat untuk memulai pelaksanaan vaksinasi bagi anak yang berusia 6-11 tahun. Di mana untuk pelaksanaan vaksinasi bagi anak usia 6-11 tahun harus memiliki kriteria cakupan vaksinasi dosis 1 di atas 70 persen dan cakupan vaksinasi lansia di atas 60 persen.

“Kita sudah mencapai target 70 persen pada Desember 2021 lalu. Fokus kita sekarang untuk vaksinasi lansia dan anak berusia 6-11 tahun,” kata Andi Sudirman, Rabu (12/1/2022).

“Kita tentu mendukung sesuai arahan Bapak Presiden Jokowi, Bapak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Bapak Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa untuk bagaimana percepatan akselerasi vaksinasi. Untuk membangun herd immunity (kekebalan kelompok),” pungkasnya.

Untuk mewujudkan hal itu, kata Andi Sudirman, tentu melibatkan oleh sinergitas bersama baik dari TNI-Polri di daerah serta kelompok masyarakat lainnya. “Insya Allah dengan bersama TNI-Polri serta nakes yang kita miliki, kita bisa mencapai target untuk vaksinasi bagi lansia dan anak usia 6-11 tahun,” tegasnya.

Percepatan vaksinasi, kata dia, juga merupakan kunci untuk mengantisipasi dan meminimalisir risiko dari varian baru Covid-19, Omicron.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk senantiasa berdoa, menjaga asupan gizi, serta disiplin protokol kesehatan.

Untuk diketahui, pelaksanaan vaksinasi Covid-19 anak usia 6-11 tahun didasari telah terbitnya rekomendasi dari Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (Indonesian Technical Advisory Group on Immunizational/ ITAGI) perihal kajian vaksinasi Covid-19 bagi anak usia 6-11 tahun, dan sudah adanya Emergency Use Authorization (EUA) dari BPOM untuk penggunaan vaksin Sinovac bagi anak usia 6-11 tahun. (*)

0 202

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) terus berupaya dalam percepatan cakupan vaksinasi Covid-19. Bahkan di awal tahun 2022, lebih dari separuh masyarakat di Sulsel telah melakukan vaksinasi Covid-19.

Berdasarkan data KPCPEN, tanggal 5 Januari 2022 pukul 22.13 Wita, update vaksinasi Covid-19 di Sulsel untuk dosis 1 mencapai 5.119.682 orang atau 72,54% dari total target 7 juta lebih. Sementara untuk dosis 2 telah mencapai 2.954.961 atau 41,87%. Didalamnya termasuk lansia, yang telah mencapai 408.371 orang atau 54,17% dari total target 753.919.

Pemprov Sulsel pun berhasil mencapai target pemerintah pusat sebanyak 70% hingga akhir Desember 2021. Tepat Pukul 07.10 Wita, 30 Desember 2021 Provinsi Sulsel telah berhasil mencapai target vaksinasi 70 persen.

Usai mencapai target 70%, Pemerintah Provinsi Sulsel terus berupaya dalam percepatan vaksinasi, utamanya bagi lansia. Hal itu dilakukan sebagai syarat untuk memulai pelaksanaan vaksinasi bagi anak yang berusia 6-11 tahun. Pelaksanaan vaksinasi akan dilakukan bertahap dengan tahap pertama akan dilaksanakan di provinsi dan kabupaten/kota dengan kriteria cakupan vaksinasi dosis 1 di atas 70% dan cakupan vaksinasi lansia di atas 60%.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinkes Sulsel, Husni Thamrin, menyampaikan, Pemerintah Provinsi Sulsel menargetkan capaian vaksinasi Covid-19 hingga bulan Maret 2022. “Kami menargetkan sampai akhir bulan Maret 2022 mencapai 100% dari target vaksinasi Covid-19 di Sulsel. Selain itu, kita menargetkan untuk segera mencapai 60% untuk lansia, karena sebagai syarat untuk pelaksanaan vaksinasi bagi anak usia 6-11 tahun,” ujar Husni Thamrin, Kamis (6/1/2022).

Sementara itu, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman meyakini, target vaksinasi bisa segera dicapai. Menurutnya, hal itu tentu atas sinergitas dalam Kebut Vaksinasi dari berbagai pihak, baik dari Forkopimda, Pemerintah Kabupaten/Kota, serta dukungan dari masyarakat dan kelompok masyarakat lainnya. Terlebih lagi dibantu dengan hadirnya inovasi Mobile Vaccinator (vaksinator keliling) yang menyasar Kabupaten/Kota.

“Alhamdulillah capaian vaksin 70 persen sesuai instruksi Bapak Presiden tercapai. Fokus kita untuk percepatan vaksinasi mencapai target 100%. Utamanya untuk lansia,” tuturnya.

“Ini semua sebagai bentuk dukungan dan kerja keras bersama dalam ikhtiar kita pada masyarakat menuju herd immunity. Insya Allah, dengan sinergitas dan kerja bersama, kita bisa mencapai target untuk membangun herd immunity masyarakat,” pungkasnya.

Untuk diketahui, pelaksanaan vaksinasi Covid-19 anak usia 6-11 tahun didasari telah terbitnya rekomendasi dari Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (Indonesian Technical Advisory Group on Immunizational/ ITAGI) perihal kajian vaksinasi Covid-19 bagi anak usia 6-11 tahun dan sudah adanya Emergency Use Authorization (EUA) dari BPOM untuk penggunaan vaksin Sinovac bagi anak usia 6-11 tahun. (*)

0 228

Makassar, humas, sulselprov.go.id – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, melakukan pemantauan pelaksanaan vaksinasi di Kawasan Lego-lego Center Point Of Indonesia, Kamis, 23 Desember 2021.

Hadir juga Kapolda Sulsel Irjen Pol Nana Sujana dan Pangdam XIV Hasanuddin, Mayjen TNI Mochamad Syafei, serta Wali Kota Makassar, Danny Pomanto. Walaupun capaian vaksinasi Sulsel telah mencapai 70,07 persen sesuai target dari Presiden Jokowi, masyarakat tetap antusias untuk datang melakukan vaksinasi.

“Sehat-sehat jiki semua? Alhamdulillah,” tanya Andi Sudirman Sulaiman.
“Sudah miki divaksin? Ada yang sudah dan ada yang belum,” tambahnya.
“Jangan miki takut karena sudah semua mi divaksin yang di depan (petugas), alhamdulillah bagus ji vaksinnya,” sambung Andi Sudirman Sulaiman, seraya menyemangati kepada warga.

Ia melanjutkan penyampaiannya, warga yang sudah divaksin pertama untuk melakukan vaksinasi lanjutan. Karena dengan vaksinasi kedua, efikasi atau tingkat kemanjuran vaksin melawan virus meningkat tajam. Vaksinasi juga mengurangi vatality dari Covid-19.

Vaksinasi juga sebagai antisipasi terhadap varian baru Omicron. “Apalagi ada Omicron, ini kita berdoa, mudah-mudahan tidak masuk Sulsel. Paling tidak sudah ada vaksin ta’ di badan ta’,” sebutnya.

Hadiah juga telah disiapkan oleh Pemprov Sulsel bagi warga yang melakukan vaksinasi, sebagai motivasi dan pemberi semangat. Adapun door prizenya atau hadiah utama berupa satu unit mobil. Hadiah lainnya, 30 sepeda motor, akan dibagikan ke seluruh kabupaten/kota, 300 unit sepeda, 300 unit smartphone. Berlaku bagi yang divaksin periode 16-31 Desember 2021.

“Hadiahnya sudah dipajang, akan ada undiannya, siapa tahu anda menang. Saya divaksin Januari, tidak dapat ma hadiah saya,” ucapnya disambut tawa.

Andi Sudirman merupakan orang pertama di Sulsel yang divaksin, pada 14 Januari 2021 silam, setelah berhasil melewati proses screening dan memenuhi syarat.

Mengapa perlu vaksinasi? selain untuk perlindungan kesehatan, sertifikat dapat digunakan sebagai syarat mengakses pelayanan dan ruang publik. Dimana di Makassar juga mulai diberlakukan.

“Kalau sudah vaksin, ada sertifikatnya, mau terbang ke mana-mana, mau pengurusan ke mana-mana, semua lancar. Kalau di Jakarta, mauki masuk warung (barcode), na di sini juga sudah mulai diberlakukan,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolda Sulsel, Nana Sujana, menyampaikan, penanganan Covid-19 di Sulsel telah terkendali.

“Perkembangan Covid-19 alhamdulillah terkendali. Dapat dikendalikan, dan sampai saat ini masyarakat yang terkonfirmasi masih ada. Tapi di bawah 10 orang perhari ini se Sulsel,” ujarnya.

Ia berharap, masyarakat tidak lengah dengan kondisi saat ini. Sehingga, vaksinasi dan penegakan protokol kesehatan tetap harus dilaksanakan. (*)

0 242
Luwu, humas.sulselprov.go.id - Musibah banjir melanda Kabupaten Luwu, Senin, 14 Maret 2022 sekitar pukul 17.30 Wita. Banjir ini diakibatkan hujan deras yang berlangsung lama....