Tags Posts tagged with "Wakil Ketua TP PKK Sulsel"

Wakil Ketua TP PKK Sulsel

0 80

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Plt Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Naoemi Octarina, membuka secara resmi Pasar Murah Peduli Rakyat, yang berlangsung di Halaman Kantor TP PKK Sulsel, Jalan Masjid Raya, Makassar, Jum’at, 7 Mei 2021.

Kegiatan yang berlangsung selama sehari ini diselenggarakan oleh Dinas Perdagangan Sulsel bekerjasama dengan TP PKK Sulsel. Pasar Murah pun terus digelar oleh PKK Sulsel dengan menggandeng OPD Lingkup Pemprov Sulsel di Bulan Ramadan ini.

Jejeran stand ditinjau oleh Naoemi Octarina di Pasar Murah itu. Mulai dari aneka sembako, bumbu dapur, snack, hasil kerajinan, mukenah, minuman herbal, tanaman, serta produk lainnya.

Dalam sambutannya, Plt Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel, Naoemi Octarina, menyampaikan, hadirnya Pasar Murah Peduli Rakyat ini untuk memberikan ruang kepada masyarakat agar bisa berbelanja kebutuhan dengan harga yang dibawah harga pasar. Apalagi menjelang hari raya Idul Fitri 1442 H/2021 M ini.

“Menjelang hari raya Idul Fitri, biasanya banyak barang yang harganya tidak stabil. Olehnya itu, melalui Pasar Murah Peduli Rakyat ini, memberikan fasilitas ke masyarakat agar bisa membeli kebutuhan pokok di bawah harga pasaran,” ujar Naoemi.

Ia mengaku bersyukur atas antusiasme masyarakat yang berbelanja di pasar murah ini. “Alhamdulillah, banyak yang berbelanja, ini sangat membantu masyarakat, terutama masyarakat prasejahtera. Semoga ini bisa terus berkelanjutan di kecamatan dan semoga membentuk inovasi lainnya untuk masyarakat banyak,” terangnya.

Istri dari Andi Sudirman Sulaiman ini pun mengimbau masyarakat untuk tetap taat mengikuti protokol kesehatan. Terlebih, adanya jenis varian baru virus corona yang lebih membahayakan.

“Kita tidak boleh terlena, kita masih dalam kondisi pandemi Covid-19. Masih ada Covid-19 di sekitar kita. Mohon masyarakat tolong patuhi protokol kesehatan, senantiasa mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak,” pintanya.

Di sepuluh hari terakhir Ramadan ini pun, Naoemi mengajak masyarakat untuk sama-sama berdoa yang terbaik agar dilindungi serta pandemi Covid-19 bisa segera berakhir.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri pada Dinas Perdagangan Sulsel, Andi Aldiana Tamrin, menyampaikan, kegiatan pasar murah ini diikuti dan didukung oleh OPD Lingkup Pemprov Sulsel, retail modern, distributor dan beberapa produsen.

“Di mana dalam kegiatan pasar murah ini, para peserta pasar murah menjual barang-barang dengan harga dibawah harga pasaran,” jelasnya.

Turut hadir dalam pembukaan Pasar Murah Peduli Rakyat ini, diantaranya Anggota DPRD Sulsel, Ketua DWP Sulsel, Wakil Ketua TP PKK Makassar, dan Ketua IWAPI Sulsel. (*)

0 36

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Plt Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Naoemi Octarina, mengikuti pembukaan Lomba Tahfidz Al-Qur’an dan Hadits secara virtual dari Rujab Wagub Sulsel, Jum’at, 7 Mei 2021.

Lomba bagi penghafal Al-Qur’an dan Hadits ini diikuti 185 peserta dari 22 kabupaten/kota di Provinsi Sulsel, dengan kategori khusus anak-anak, remaja, serta dewasa. Lomba ini dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Sulsel bekerjasama dengan Tim Penggerak PKK Provinsi Sulsel.

Dalam sambutannya, Plt Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel, Naoemi Octarina, berharap kegiatan ini terus berkelanjutan dalam pengembangan syiar agama Islam.

“Tujuan dari dilaksanakannya Lomba Tahfidz Al-Qur’an dan Hadits ini, bagaimana menggiatkan kegiatan-kegiatan di bulan Ramadan yang lebih mendekatkan anak-anak bisa cinta dan giat membaca Al-Qur’an,” ungkapnya.

Diharapkan pula, melalui Lomba Tahfidz Al-Qur’an dan Hadits bisa menemukan bibit-bibit baru penghafal Al-Qur’an di Sulsel.

“Semoga kegiatan ini bisa berkelanjutan, sehingga Sulsel bisa lebih berkembang dalam syiar Islam dan anak-anak bisa lebih cinta Al-Qur’an,” katanya.

Di kesempatan ini pula, Naoemi meminta untuk lebih memanfaatkan momentum Ramadan 1442 H ini untuk lebih banyak beribadah dan melakukan hal-hal positif.

Sementara itu, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, turut hadir sekaligus membuka Lomba Tahfidz Al-Qur’an dan Hadits ini secara virtual.

“Kami berharap melalui kegiatan ini bisa menjadikan Sulawesi Selatan sebagai ‘lumbung’ Hafiz Qur’an dan Hafiz Hadits. Kita juga berharap kedepan kita melahirkan generasi yang banyak memiliki literatur Al-Qur’an dan Hadits,” harap Andi Sudirman. (*)

0 72
  • Diikuti Kelompok Tani, Distributor, dan Retail

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Sulsel, melaksanakan Gelar Pangan Pasar Tani, di Jalan Amirullah Makassar, 3 – 4 Mei 2021. Kegiatan ini dibuka oleh Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel, Naoemi Octarina.

Gelar Pangan Pasar Tani ini diikuti oleh kelompok tani dari 10 kabupaten di Sulsel. Diantaranya, Kabupaten Enrekang, Bone, Jeneponto, Takalar, dan Pinrang. Distributor pangan dan retail juga dilibatkan dalam kegiatan ini.

Naoemi mengatakan, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya yang terdampak pandemi Covid-19. Termasuk bagi para petani, agar bisa memasarkan hasil pertaniannya kepada masyarakat.

“Kegiatan ini bermanfaat meningkatkan perekonomian masyarakat melalui sektor pertanian. Ini sejalan dengan program pemerintah provinsi dan Tim Penggerak PKK Sulsel,” kata Naoemi, saat membuka acara tersebut, Senin, 3 Mei 2021.

Ia mengungkapkan, daya beli masyarakat sejak pandemi Covid-19 sangat menurun. Meskipun pemerintah menyiapkan pasar murah, masih sangat berpengaruh. Sehingga, perlu dicarikan solusi. Salah satunya, mendekatkan pasar murah itu ke masyarakat.

“Kegiatan seperti ini harus dipublikasikan ke masyarakat, jauh sebelum dilaksanakan. Sehingga, masyarakat bisa tahu dimana lokasinya, dan kapan waktu pelaksanaannya,” ujarnya.

Naoemi juga menyarankan agar Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Sulsel bersama PKK Sulsel, membagikan paket sembako dan paket pasar tani untuk para sopir angkutan umum. Karena, mereka sangat terdampak dengan aturan larangan mudik untuk mencegah penularan Covid-19.

“Aturan larangan mudik ini bukan dibuat-buat untuk kepentingan pribadi, tetapi untuk melindungi masyarakat kita dari Covid-19. Tugas kita, adalah mendukung pemerintah, melalui berbagai upaya yang bisa kita lakukan,” terangnya.

Sementara, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Sulsel, Ardin Tjajo, mengatakan, Gelar Pangan Pasar Tani ini dilaksanakan untuk memfasilitasi petani, kelompok tani, pelaku usaha, untuk memasarkan secara langsung produknya kepada masyarakat. Sekaligus, menyediakan produk segar berkualitas dengan harga terjangkau.

“Gelar Pangan Pasar Tani ini juga untuk nenjaga keseimbangan harga di tingkat konsumen,” kata Ardin.

Dalam kegiatan yang bersinergi dengan Tim Penggerak PKK Sulsel ini juga dilakukan pembagian paket sembako dan paket pasar tani untuk warga prasejahtera. Kegiatan ini memberlakukan protokol kesehatan secara ketat. Dimana para peserta dan pengunjung tidak diperkenankan membuka masker selama berada di lokasi gelar pangan, tetap menjaga jarak, serta menyiapkan wastafel untuk cuci tangan.

Usai membuka acara, Naoemi juga meninjau rumah kemasan produk pertanian, lokasi percontohan urban farming, serta stand penjualan produk pertanian.

Turut hadir mendampingi Naoemi, Ketua Pokja III TP PKK Sulsel dan Ketua Dharma Wanita Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Sulsel. (*)

0 41

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Tim Penggerak (TP) PKK Sulsel bekerjasama dengan Pemprov Sulsel dan Andalan Mengaji, menggelar Kajian Online Muslimah bersama Ustadz dr Firanda Andirja Lc, M.A, di Rumah Jabatan Wakil Gubernur Sulsel, Jalan Yusuf Daeng Ngawing, Kamis sore, 22 April 2021.

Kajian diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dari anak Naoemi Octarina, Plt Ketua TPP PKK Sulsel. Ust Firanda membawakan kajian melalui virtual dan diikuti oleh peserta on site di rumah jabatan dan dari berbagai daerah di Sulsel melalui aplikasi Zoom.

Plt Ketua TP PKK Sulsel, Naoemi Octarina menyampaikan rasa syukur karena di bulan Ramadan ini dapat digelar kajian dengan tema wanita.

“Alhamdulillah pada kesempatan hari ini kita diberikan kesempatan untuk bisa berkumpul kembali mengadakan kajian bersama Ustadz Firanda terkait tema wanita di bulan Ramadan. Terima kasih kepada bapak/ibu maupun kaum muslimah yang hadir secara off line dan online,” kata Naoemi.

Ia berharap, dari pemaparan ilmu yang diberikan dan konsultasi terkait tema tersebut dengan Ustadz Firanda, dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di bulan Ramadan.

“Tujuan kegiatan ini memang setiap bulan kita lakukan, ada kajian islami baik muslimah dan bukan muslimah gabung. Tujuannya sebagai pencerahan jiwa dan rohani yang diberikan karena memang di masa pandemi, tentu banyak juga pertanyaan yang ingin kita tanyakan baik yang halal dan haram. Jadi untuk pencerahan meningkatkan iman dan takwa,” terangnya.

Ust Firanda menyampaikan, rahmat Allah di bulan Ramadan sangat mudah, sehingga pintu-pintu rahmat dibuka dan pintu langit dibuka bahwa isyarat amal saleh sangat mudah diterima.

“Di bulan Ramadan amal saleh dilipat gandakan, secara kuantitas dan kualitas. Karenanya di dalam hadis kata Nabi SAW, siapa umrah di bulan Ramadan seperti berhaji bersamaku.’ luar biasa pahalanya dilipatgandakan,” ujarnya.

Namun, tidak semua bisa merasakan hal ini. Sebagian menjalankan ibadah Ramadan seperti rutinitas tahunan dan ini membuat pahala yang diraih kecil. Oleh karenanya, menjalankan ibadah seperti puasa bukan hanya menjalankan rutinitas fisik. Tetapi berharap mendapatkan pahala dalam kondisi jiwa yang semangat.

Untuk itu, bulan Ramadan jangan disia-siakan. Lakukan ibadah dengan penuh semangat, baik itu salat, salat malam, bersedekah, baca qur’an.

“Siapa yang beramal saleh, laki-laki maupun perempuan masing-masing kita beramal. Sekarang kita sudah masuk di bulan berkah, Allah sudah kasih kita kesempatan untuk bertemu bulan yang mulia ini, maka manfaatkan sebaik-baiknya,” ucapnya.

Selanjutnya, adapun amal saleh yang dapat dilakukan oleh kaum perempuan, katanya, walaupun dengan kesibukan yang ada dan tidak menjadi alasan tidak beramal saleh. Di antara amal saleh yang dapat dilakukan, diantaranya membaca Al-Qur’an termasuk dengan target yang ingin dicapai selama Ramadan. Membaca dan metadabburi (merenungi) ayat-ayatnya, menghapal dan mengajarkannya.

“Maka harus ada target ibu-ibu untuk baca Al-Qur’an. Diantara ibadah yang sangat agung di bulan Ramadan adalah salat malam. Wanita yang terbaik adalah salat malam di rumah, taraweh di rumah, bisa dengan anak-anaknya,” sebutnya.

Namun, jika dalam pelaksanaanya di rumah kurang optimal atau berbagai hal lainnya, maka dapat melaksanakan salat di masjid. “Kalau wanita bisa salat malam di rumah itu yang terbaik. Tapi kalau di rumah ternyata dia tidak salat malam, baru dua-tiga rakaat sudah mengantuk, maka lebih baik ke masjid agar bisa salat malam dengan imam sampai selesai dan baca Al-Qur’an,” tambahnya.

Ia melanjutkan, ibadah agung lain adalah bersedekah. Nabi Muhammad SAW jelasnya, orang yang paling dermawan. Namun di bulan Ramadan semakin bertambah semangatnya bersedekah.

“Nabi Muhammad SAW adalah orang yang paling dermawan dan puncak kedermawanannya ada di bulan Ramadan. Ibu-ibu dituntut untuk bisa dapat lebih bersedekah, lebih daripada bapak-bapak,” pesannya.

Ia menyebutkan dalam satu hadis, bahwa ketika Nabi Muhammad SAW salat Id dan kemudian maju berkhotbah khusus untuk ibu-ibu. Nabi menyampaikan agar mereka bersedekah, karena banyak dari penghuni neraka jahannam adalah kaum wanita.

“Ada seorang wanita yang bertanya, kenapa kami banyak yang menjadi penghuni neraka jahannam? Kata Nabi, kalian suka tidak berterima kasih pada suami, suka mengingkari kebaikan suami dan kalian suka mengumpat. Ketika itu wanita bersedekah ada yang melepaskan antingnya, ada yang melepaskan kalungnya untuk menyelamatkan diri dari neraka jahannam, dan ibadah terbaik di bulan Ramadan adalah bersedekah. Di antara sedekah yang bisa dilakukan di bulan Ramadan adalah memberikan buka puasa,” urainya.

Ia menambahkan, wanita yang dalam kondisi haid memang dalam kondisi tidak salat dan puasa. Jika seseorang terbiasa melakukan ibadah, maka mudah-mudahan ketika haidpun pahala tetap berjalan.

Wanita haid disampaikannya bahwa tetap bisa membaca Al-Qur’an, tetapi tidak menyentuhnya langsung. Bisa dibaca dengan gadget atau smartphone, atau membaca dengan menggunakan kaos tangan. Wanita dalam kondisi haid juga diperbolehkan berdzikir.

“Karena Nabi Muhammad SAW mengatakan, jika orang beruzur, dia sakit atau bersafar, maka tetap dicatatkan pahalanya sebagai mana yang biasa ia kerjakan. Semoga para wanita kalau yang biasanya semangat berpuasa, tahu-tahu dia haid, mudah-mudahan dicatat pahala ibadah puasanya, karena itu kebiasaan dia,” paparnya.

Di bulan Ramadan ini, penekanannya, bahwa kaum wanita untuk dapat melakukan kegiatan yang bermanfaat, tidak bergunjing atau terlalu banyak mengkonsumsi konten media. “Bulan Ramadan ini bulan spesial yang setiap detik, benar-benar mempengaruhi nasib kita di alam Barzah sebelum nasib kita di hari akhirat kelak,” sebutnya.

Lainnya, bahwa pergi bersilaturahmi dengan keluarga terutama pada orang tua sangat dianjurkan.

“Ibadah yang paling agung yang bisa dilakukan oleh ibu-ibu adalah berkhidmah kepada suami dan anak-anaknya. Ibu-ibu yang berbakti sama suami di luar Ramadan pahalanya besar apalagi di bulan Ramadan, seperti menyiapkan sahur dan buka puasa untuk suami itu semua berpahala. Ini beberapa hal yang hendaknya diketahui para wanita agar mereka dapat beramal saleh sebanyak-banyaknya di bulan Ramadan,” pungkasnya. (*)

0 65

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel, Naoemi Octarina, meresmikan Pojok Bermain Anak dan Ruang Laktasi di Layanan Perpustakaan Ibu dan Anak Provinsi Sulsel, Rabu, 21 April 2021. Peresmian ini juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Kartini.

Pada kegiatan ini pula, TP PKK Sulsel, Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Sulsel, Bunda PAUD Sulsel dan Pengelola Perpustakaan Ibu dan Anak Sulsel, dalam rangka Hari Kartini, menggelar pemetaan kompetensi anak pra-sejahtera melalui tes analisa sidik jari. Tes pemetaan kompetensi untuk mengetahui dan menemukan bakat, gaya belajar dan kecerdasan anak ini difasilitasi oleh Lembaga Kepribadian Soraya.

Naoemi Octarina di awal sambutannya, menyampaikan, momentum peresmian yang spesial karena bertepatan dengan Hari Kartini. “Peresmian ini bertepatan dengan 21 April, bertepatan dengan Hari Kartini. Hari ini bagi saya adalah harinya perempuan, Hari Ibu 22 Desember, tapi ini (Hari Kartini) bagi perempuan baik yang sudah berkeluarga maupun belum berkeluarga,” kata Naoemi.

Ia mengatakan, peradaban manusia ada di tangan seorang ibu. Karena ibu merupakan madrasah (sekolah) pertama bagi anak. Ibu mulai memberikan pelajaran bagi anak di rumah. Hadirnya perpustakaan bagi anak mendukung proses belajar pada anak.

“Alhamdulillah difasilitasi lagi dengan pojok bermain, dimana dilengkapi dengan fasilitas yang mengedukasi. Tadi saya lihat puzzle-puzzle, ada juga untuk bayi, itu sangat baik. Dan ada juga ruang laktasi,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi hadirnya ruang edukasi bagi ibu di perpustakaan yang terletak di Jalan Lanto Daeng Pasewang ini. Naoemi meminta agar protokol kesehatan tetap diperhatikan, dengan menyediakan kelengkapan protokol kesehatan.

Hal lain disampaikan terkait buku-buku yang disiapkan, agar kontennya diseleksi dengan baik. Sehingga, tidak ada hal-hal buruk yang bisa dicontoh oleh anak-anak. “Jangan sampai buku-buku itu berbahaya buat anak-anak. Karena untuk merusak suatu generasi bangsa, itu dimulai dari anak kecilnya, maka dari itu yang harus diperhatikan,” tegasnya.

Mengenai dengan tes analisa sidik jari yang dilakukan pada siswa Sekolah Impian, Sekretaris PKK Sulsel, Zulfitriany Dwiyanti Mustika, menjelaskan, PKK dan Bunda PAUD memiliki satu program yang sudah dijalankan satu bulan lalu di masa pandemi Covid-19.

“Dimana terdapat binaan PKK Sulsel untuk anak-anak dari Sekolah Impian. Merupakan sekolah dari anak-anak yang digratiskan karena berasal dari keluarga pra sejahtera,” jelasnya.

TP PKK Sulsel Pokja 2, mereka memberikan kecakapan hidup dan keterampilan, sehingga bisa produktif termasuk di masa pandemi. Mereka berhasil membuat mukena dan jilbab.

“Alhamdulillah melalui bidang sosial IWAPI Sulsel. Mereka diberikan bantuan bahan keterampilan, sehingga mereka bisa menghasilkan sebuah produk yang bisa dijadikan usaha di masa pandemi Covid-19,” ungkapnya.

Sumbangan lainnya dari IWAPI untuk anak-anak terampil ini, terpilih 15 anak yang diberikan tes untuk mengetahui kompetensinya berdasarkan sidik jarinya. Sehingga akan dipetakan potensinya, apakah ke seni, olahraga dan lain sebagainya. Tim pengerak PKK Provinsi Sulsel bekerja sama dengan IWAPI Sulsel akan membuat suatu unit usaha di Sekolah Impian, sehingga orang tua mereka yang tadinya tidak mengizinkankan anak-anaknya untuk sekolah dapat bersekolah.

Sedangkan, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel, Moh Hasan Sijaya, menyampaikan, fasilitas pojok bermain anak dan ruang laktasi dari IWABA melalui BMPD kepada Layanan Perpustakaan Ibu dan Anak Pemprov Sulsel.

Pemerintah Sulsel memberikan apresiasi atas pengembangan gerakan literasi yang dilakukan oleh berbagai pihak. Adapun gerakan literasi di Sulsel, pemerintah memulai dari anak-anak, kemudian masuk generasi muda.

Sejak usia dini, literasi harus dijadikan melengket di mind set anak. Sehingga amat sangat sulit bisa lupa. Karena di era saat ini, terdapat gagdet atau alat gawai yang memiliki dampak maupun bahaya bagi anak.

“Karena hadirnya gadget mulai ada, tetapi dunia perpustakaan tidak bisa musnah, dampak gadget pada anak sangat luar biasa,” ucapnya.

Melihat fenomena yang terjadi, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel mendorong dunia literasi terhadap anak-anak. “Anak-anak bisa mencintai buku, kalau dia sudah mencintai pasti dia akan senang membaca buku dan Insyaallah dia akan tumbuh besar dan berkembang dalam setiap berkegiatan. Kalau kita lihat di Negara Eropa, apapun bentuk kegiatannya di dalam tasnya minimal pasti ada satu buku,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Ikatan Wanita Perbankan (IWABA), Irman Safitri, mengatakan, organisasi yang dipimpinnya juga mempunyai tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial. “Oleh karena itu, mewakili IWABA Sulsel, mempersembahkan salah satu yang kita lakukan untuk meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak melalui penyediaan pojok bermain anak dan ruang laktasi di perpustakaan ibu dan anak Provinsi Sulsel,” tuturnya.

Hal yang mendasari penyediaan fasilitas di perpustakaan ini adalah perjuangan R.A Kartini. Mengutip dari bukunya berjudul “Habis Gelap Terbitlah Terang”.

“Disebutkan bahwa di tangan anaklah terletak masa depan dan di tangan ibulah tergenggam masa depan itu. Sebagai ibu, kita bertanggung jawab menyiapkan generasi penerus dengan sebaik mungkin, salah satunya dengan penyediaan fasilitas di perpustakaan ini,” imbuhnya.

Kedua, menyadari bahwa bermain adalah hal yang penting dalam usia anak, termasuk dalam usia dini. Melalui bermain, anak-anak akan belajar untuk berpikir kreatif, melakukan interaksi sosial, mengembangkan dan mengelola emosi, mengasah keterampilan, dan belajar tentang dunia.

“Unicef juga menekankan pentingnya pembelajaran bagi anak usia dini. Oleh karena itu, penyediaan pojok bermain anak ini, kami mengharapkan dapat membuat anak-anak semakin senang berkunjung ke perpustakaan dan dapat belajar sambil bermain, dan meningkatkan minat baca, agar dapat tumbuh dan berkembang baik di masa depan,” terangnya.

Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Sulsel, Ainun Jariah, menyampaikan, kegiatan scan fingers anak untuk kompotensi bakat ini merupakan salah satu program kerja dari IWAPI dan Pokja Bunda PAUD. Selain itu, salah satu programnya mencetak 10.000 wirausaha baru perempuan.

“Tak lepas dari perempuan untuk mengayomi anak-anak menjadi wirausaha nantinya. Semoga apa yang kita niatkan hari ini akan berjalan sesuai Ridho Allah SWT,” harapnya.

Pada kesempatan ini, Plt Ketua TP PKK Sulsel, Naoemi Octarina juga menyerahkan bantuan dari Andalan Mengaji kepada para siswa pra sejahtera dari Sekolah Impian. Sebelumnya, juga telah dilakukan penyerahan permainan anak dari Ikatan Wanita Perbankan (IWABA) kepada Perpustakaan Ibu dan Anak Sulsel melalui Tim Penggerak PKK. (*)

0 54

Parepare, humas.sulselprov.go.id – Anak-anak yang tergabung dalam Majelis Anak Saleh di Kota Parepare sangat antusias mengikuti pembekalan menyambut bulan suci Ramadhan yang digelar oleh Andalan Mengaji. Kegiatan yang berlangsung di Balai Ainun Habibie Parepare, Rabu, 7 April 2021 ini mengangkat tema “Ramadhan Siap, Gizi Terpenuhi, Badan Sehat”.

Mengingat masih dalam kondisi pandemi, tentunya pelaksanaan kegiatan ini tetap mematuhi protokol kesehatan yang ketat bagi para peserta dan tetamu yang hadir, serta membatasi peserta yang hadir.

Hadirnya Andalan Mengaji ini atas inisiasi Plt Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, beserta Plt Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel, Naoemi Octarina. Dengan melakukan kegiatan-kegiatan sosial dan kajian-kajian Islam.

Dalam sambutannya, Plt Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulsel, Naoemi Octarina, menyampaikan, kegiatan ini diharapkan menjadi bekal bagi anak-anak yang akan menjalani puasa, khususnya di Parepare. Mengingat bulan suci Ramadhan tinggal menghitung hari di Bulan April ini.

“Kami berharap dengan pembekalan menyambut bulan suci Ramadan, bagaimana para orang tua mengajarkan kepada anak-anaknya untuk bisa lebih produktif mengisi waktu Ramadhan dengan hal-hal yang bermanfaat dan dapat memperhatikan keperluan gizi anak-anak, sehingga anak-anak bisa melaksanakan puasa dengan keadaan sehat, khususnya dalam kondisi pandemi saat ini,” ungkapnya.

Ia juga berbagi sedikit pemahaman secara sederhana tentang makna puasa, keutamaan Ramadhan, keutamaan puasa, rukun puasa, serta Sunnah-Sunnah puasa, sehingga mudah dipahami anak-anak.

“Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi bekal kita sebelum memasuki bulan Ramadhan. Untuk itu, marilah kita sambut bulan Ramadhan ini dengan hati yang ikhlas dan rasa gembira. Jadikan bulan Ramadhan tahun ini sebagai bulan panen amal kebajikan untuk bekal hidup di akhirat kelak,” jelasnya.

“Salah satu keutamaan dalam bulan Ramadhan, doa-doa akan mudah dikabulkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Maka dengan itu, mari kita perbanyak berdoa dan meminta yang baik-baik kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” pintanya.

Naoemi Octarina pun menghanturkan terima kasih atas dukungan penyelenggaraan ini dari Ketua Tim Penggerak PKK Kota Parepare.

Dilanjutkan materi kedua dari Ketua Divisi Neonatologi RS Wahidin Sudirohusodo Makassar, dr. Ema Alasiry dengan membahas “Puasa pada Anak”. Ema pun menyampaikan pentingnya memberikan makanan yang bergizi pada anak. Terlebih saat berpuasa dengan menu empat sehat lima sempurna, misalnya bisa dengan memberikan susu, telur, ikan, sayur-sayuran, buah-buahan yang banyak mengandung air dan jagung/nasi. Tidak lupa juga Ema menjelaskan tentang makanan serta minuman yang sebaiknya dihindari pada saat puasa.

Andalan Mengaji pun turut membagikan bingkisan kepada anak-anak berupa Jurnal Ramadhan, buku dzikir serta cemilan. Bahkan para orang tua atau pendamping pun turut antusias bertanya terkait bulan Ramadhan, khususnya bagi anak-anak. (*)

0 64

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Naoemi Octarina, melantik Sufriaty Budiman sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Luwu Timur Masa Bakti 2021-2026.

Sebelum pelantikan ini, didahului dengan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Bupati Luwu Timur sisa masa jabatan 2021-2026, Budiman, oleh Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman.

Pelantikan Wakil Bupati Luwu Timur, Budiman sebagai Bupati Luwu Timur menggantikan Thorieg Husler yang meninggal dunia sebelum pelantikan bupati.

“Kami mengucapkan selamat atas pelantikan Bupati Luwu Timur, Bapak Budiman dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Luwu Timur, Ibu Sufriaty Budiman,” ujar Naoemi Octarina.

Ia berharap, dengan dilantiknya Ketua Tim Penggerak PKK Luwu Timur, PKK bisa dapat seiring dan sejalan dengan program-program Pemerintah Kabupaten Luwu Timur. Khususnya yang berdampak langsung bagi masyarakat banyak.

“Kami berharap Ibu Ketua Tim Penggerak PKK Luwu Timur dapat melaksanakan tugas dan kewajiban sebaik-baiknya, disertai penuh rasa tanggung jawab untuk meningkatkan peran PKK dalam mensukseskan pembangunan demi kemaslahatan masyarakat banyak,” harap istri Andi Sudirman ini.

Sementara itu, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, dalam sambutannya berharap, pelantikan ini sebagai momentum dalam bekerja untuk kemaslahatan orang banyak.

“Luwu Timur adalah daerah yang strategis, berkontribusi masif untuk Sulsel. Investasi terbesar di Sulsel dari Luwu Timur. Kami berharap bagaimana untuk membangun dalam mensejahterakan masyarakat, dengan koordinasi, sinergitas dan kerjasama yang kuat,” katanya. (*)

0 63

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Naoemi Octarina, membuka kegiatan Sosialisasi Pola Asuh Anak dan Remaja (PAAR) di Era Digital bagi Keluarga se Provinsi Sulsel, secara virtual, Rabu, 24 Maret 2021.

Sosialisasi yang dilaksanakan oleh Pokja I TP PKK Sulsel bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana dan Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel ini diikuti oleh para anggota Majelis Ta’Lim, PKK, Dharma Wanita, Bhayangkari, Persit Kartika Chandra Kirana, serta Guru dari 24 Kabupaten/Kota se Sulsel.

Melalui sosialisasi ini, kata Naoemi, dapat memberikan pelajaran buat kita semua untuk berbenah dalam meningkatkan kualitas pola asuh berbasis hak anak, khususnya dalam keluarga.

Apalagi, penduduk di Provinsi Sulsel dominan anak dan remaja, dengan jumlah usia anak sebanyak 3.084.993 jiwa atau sekitar 34 persen dari jumlah penduduk Sulsel yang mencapai 9.073.509 jiwa.

“Kami berharap melalui pengasuhan yang lebih berkualitas dan berbasis hak anak, dimana sasaran yang akan dicapai adalah penguatan keluarga dalam pola asuh bagi anak dan remaja di era digital,” jelasnya.

Wakil Ketua Dekranasda Sulsel ini pun mengaku, dalam peningkatan kualitas keluarga merupakan tanggung jawab bersama. Di mana salah satu upaya pemerintah saat ini adalah membangun kualitas sumber daya manusia sebagai salah satu modal pembangunan yang sangat penting dalam membangun keluarga sejahtera.

“PKK merupakan salah satu mitra pemerintah dalam membangun kualitas keluarga, khususnya di Provinsi Sulawesi Selatan,” jelasnya.

Dalam kondisi pandemi ini serta era digitalisasi, mengharuskan mengikuti perkembangan teknologi. Olehnya itu, dirinya mengingatkan, dalam penggunaan gadget harus bijak serta ada pemantauan, arahan yang tegas dan konsisten dari para orang tua dalam memberikan sisi positif bagi teknologi yang digunakan anak-anak.

Mengenai permasalahan yang dialami anak, kata dia, ini harus menjadi perhatian kita bersama. Mengingat anak adalah generasi penerus bangsa yang perlu mendapatkan haknya, khususnya dalam tumbuh kembangnya.

Istri Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman ini pun menyampaikan, pentingnya suatu keluarga memberikan pengasuhan atau pola asuh yang baik untuk anak-anak.

“Diharapkan kita semua dapat mengetahui tugas dan tanggung jawab kita masing-masing dalam keluarga dan juga tenaga pendidik untuk mengubah cara berpikir kita semua dalam.mengasuh anak-anak untuk menjadi lebih baik dan dapat membangun karakter dan potensi anak ke arah yang positif, semuanya dibutuhkan kesabaran dan keikhlasan,” imbuhnya.

Adapun dalam sosialisasi ini menghadirkan beberapa pembicara. Diantaranya Layanan PUSPAGA (Pusat Pembelajaran Keluarga) Layanan yang Tepat bagi Keluarga di Era Digital oleh Kadis DP3ADalduk KB SulSel; Pentingnya Pemahaman Pola Asuh Anak dan Remaja bagi Keluarga di Era digital oleh Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak Atas Pengasuhan dan Lingkungan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Rohika Kurniadi Sari; Mengenal Karakter Anak dan Remaja di era digital oleh Zaldy Zulkifli (Save The chikdren); Pengasuhan Positif bagi Anak dan Remaja di Era Digital oleh Iyan Afriyani (Psikolog Puspaga); serta Pentingnya pengasuhan bagi anak berkebutuhan khusus oleh orang tua dan tenaga pendidik oleh kadis Pendidikan Sulsel. (*)

0 66
  • Naoemi Membatik dan Tanam Pohon Bersama

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Wakil Ketua Tim Penggerak (PKK) Provinsi Sulawesi Selatan, Naoemi Octarina melihat langsung aktivitas kegiatan Pendidikan Keterampilan Bermain di Alam oleh Anak Down Syndrome dan Anak Prasejahtera di Imperata Garden, Mall Phinisi Point Makassar, Jalan Mento Tanjung Bunga, Senin, 22 Maret 2021.

Kegiatan yang berlangsung hingga Selasa (23/3) ini, diikuti anak-anak yang berusia 10-17 tahun. Diberikan pelatihan membatik pada syal yang dipersembahkan untuk ibu mereka. Sementara anak-anak dibawah 10 tahun akan diperkenalkan lingkungan dengan kegiatan menanam pohon.

Dirinya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada PT Pos Indonesia Regional 10 Sulawesi Maluku yang telah menunjukkan komitmen dan perhatian terhadap anak-anak di tengah pandemi Covid-19.

“Kami dari Tim Penggerak PKK berterima kasih atas dukungan CSR PT Pos Indonesia, semoga ini bisa berkelanjutan dimana bisa membangun wadah untuk anak-anak down syndrome kepada hal-hal yang bermanfaat,” katanya.

Kepada orang tua anak down syndrome, Naoemi, menyebut mereka orang tua yang hebat. Bisa diberikan kesabaran dan ikhlas dalam merawat anak-anak yang memiliki kelebihan khusus.

Ia pun berharap Kegiatan Pendidikan Keterampilan Bermain di Alam bisa memberikan psikologi positif bagi anak-anak down syndrome dan anak-anak prasejahtera.

“Untuk anak-anak down syndrome, kita perlu memberikan perhatian khusus. Kami berharap sinergitas dan dukungan para OPD terkait bisa memfasilitasi bagaimana kesehatan pada sarafnya, memantau perkembangan dan bisa memberi masukan kepada orang tua tentang perlakuan dan merawat mereka,” ujarnya.

Ia pun sempat mendengar masukan-masukan dari Komunitas Orang Tua Anak Down Syndrome, salah satunya dalam hal pendidikan. Wakil ketua Dekranasda Sulsel ini pun berharap, para anak-anak down syndrome bisa berbaur dengan anak normal lainnya, namun tetap dalam pendampingan.

“Semoga mampu memberi solusi, harmonisasikan dan dekatkan anak dengan alam. Kegiatan ini, sangat baik dalam menstimulus sensori dan motorik untuk memberikan aktivitas-aktivitas yang kreatif,” tuturnya.

Istri Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman ini pun mengajak kepada OPD, lembaga, komunitas dan elemen masyarakat untuk bersinergi serta meningkatkan peran dan kepedulian dalam kondisi pandemi Covid-19 ini.

Sementara itu, Rahmatullah selaku Ketua Komunitas Orang Tua Anak Down Syndrome berharap pemerintah bisa memberikan dukungan.

“Pemerintah bisa memberikan dukungan kepada kepada kami, agar anak kami bisa mendapatkan haknya seperti anak lainnya, bisa berekspresi menampilkan keahlian dan bisa mendapatkan kemandirian untuk mereka,” ujarnya.

Dengan tema “Harmonisasi Anak dan Alam di Masa Pandemi”, kegiatan ini dirangkaikan dengan penyerahan hadiah lomba Peringatan Hari Down Syndrome Sedunia Tahun 2021. (*)

0 62

Makassar, humas.sulselprov.go.id – Empat anak berkebutuhan khusus, Down Syndrome, tampak bahagia bertemu dengan Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Naoemi Octarina. Pertemuan yang berlangsung di Rujab Wagub Sulsel itu pun tampak hangat, Jum’at (19/3/2021).

Terlihat Naoemi berinteraksi dengan anak-anak itu. Bahkan para anak-anak itu pun menyambut baik, terlebih saat diberikan bingkisan hadiah berupa alat tulis hingga mainan. Bahkan di sela-sela pertemuan itu, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, turut menyapa dan berinteraksi dengan mereka.

Mereka bernama Andi Atira Salsabilah Putri (13), Abdul Rahman Al Zudais Sijaya (17), Al Amin (13), dan Andi Muh Al Fatih (3). Keempat anak itu didampingi oleh orang tuanya yang tergabung dalam Komunitas Orang Tua Anak Down Syndrome (KOADS) beserta dr Sylvia Evelyn Aritonang, dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Indonesia (Perdosri) Cabang Sulawesi Papua (Sulapua).

Naoemi Octarina menyampaikan, seorang anak merupakan anugerah yang diberikan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. “Jangan melihat kekurangan, namun dibalik itu ada hal khusus dari anak-anak dengan Down Syndrome. Kita hanya perlu menjaga anak dengan baik dan sabar,” ungkapnya.

Ia pun meminta, bagi anak-anak Down Syndrome yang beragama Islam, bisa dibiasakan mendengarkan ayat suci Al-Qur’an. “Sering-seringlah dengarkan Al-Qur’an, karena baik untuk mempengaruhi sel saraf bagi anak,” ungkap Wakil Ketua Dekranasda Sulsel ini.

Istri dari Andi Sudirman Sulaiman ini pun menginstruksikan Tim Penggerak PKK Sulsel untuk ikut dalam pendampingan bagi anak-anak disabilitas, salah satunya bagi penderita Down Syndrome.

Dr Sylvia Evelyn Aritonang dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Indonesia (Perdosri) Cabang Sulawesi Papua (Sulapua) mengatakan, kunjungannya ini dalam rangka membahas rencana kegiatan Perayaan Hari Down Syndrome Sedunia yang jatuh pada tanggal 21 Maret. Rencananya, akan dilakukan beberapa kegiatan, diantaranya lomba mewarnai dengan glitter, lomba gerak dan lagu, serta webinar “Connect With Us”.

“Kami sangat senang bahwa Ibu Wakil Ketua PKK sangat welcome menerima permohonan audiensi kami dan beliau sangat antusias terkait anak-anak berkebutuhan khusus, dalam hal ini komunitas anak Down Syndrome,” ujarnya.

Ia menambahkan, dari Perdosri berkomitmen akan membantu dan mendukung program pemerintah dalam hal managemen komprehensif para penyandang disabilitas. (*)

0 11
Makassar, humas.sulselprov.go.id - Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, menerima kunjungan silaturahmi Wakil Ketua MPR RI, Syarief Hasan, di Rumah Jabatan...