Tags Posts tagged with "WBP LPKA Kelas II Maros"

WBP LPKA Kelas II Maros

0 63

Maros, humas.sulselprov.go.id – Anak-anak Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II di Kabupaten Maros memiliki banyak harapan agar bisa menjadi perhatian pemerintah, khususnya pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). Seperti salah satu anak berusia 17 tahun berinisial SA. Ia sudah satu tahun lebih menjalani masa pembinaan di LPKA Kelas II Maros.

“Di sini banyak kegiatan pembinaan dilakukan. Setiap hari sekolah. Dan kebetulan saya mengikuti kegiatan musik, namun masih kurang maksimal alat, diharapkan ada bantuan alat musik sehingga bisa mengembangkan kreativitas kami dalam bermusik selama di sini,” ujarnya, Jum’at, 25 Juni 2021.

Dirinya meminta agar LPKA ini diperuntukkan bagi WBP anak-anak. “Kalau memang ini lapas anak, harusnya untuk anak saja. Karena kalau bercampur dewasa kurang kondusif,” bebernya.

Ia berharap, banyaknya bantuan dan perhatian untuk anak-anak binaan LPKA Maros ini.

Sama halnya diungkapkan oleh AF. Remaja berusia 17 tahun asal Kabupaten Pinrang ini berharap agar WBP dewasa tidak lagi bercampur di LPKA Maros.

“Kita harap dengan dipisahnya lapas anak-anak dengan dewasa, untuk menghindari pengaruh atau hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.

“Saya juga harap bisa ada terus bantuan untuk kami, khususnya berupa ilmu bagi kami anak-anak di sini,” ucapnya.

Sementara itu, seorang perempuan AU berusia 15 tahun dari Kabupaten Gowa, juga tengah menjalani masa pembinaan di LPKA Maros. Ia berharap, adanya bantuan berupa kipas angin untuk blok lapas anak.

“Kita harap ada kegiatan tambahan untuk anak-anak binaan perempuan. Jika malam kadang panas, kita harap ada bantuan kipas angin untuk blok anak,” tuturnya. (*)

0 78

Maros, humas.sulselprov.go.id – Suasana haru menyelimuti saat anak-anak Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II di Kabupaten Maros menunjukkan keterampilannya dalam berpuisi dan bernyanyi dengan tema Ayah dan Ibu, Jum’at, 25 Juni 2021. Hal itu disaksikan saat tim Andalan Mengaji bersama dengan beberapa organisasi wanita melakukan Anjangsana di LPKA Kelas II Maros.

Kepala LPKA Kelas II Maros, Tubagus M. Chaidir, berharap, kehadiran Andalan Mengaji bersama organisasi wanita ini bisa memberikan bimbingan, support, semangat, dan memotivasi anak-anak binaan LPKA Maros.

“Di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Maros ini memiliki anak pemasyarakatan 46 orang dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan,” ujarnya.

Mereka rata-rata remaja berusia dan atau dibawah 17 tahun. Dari beberapa kasus tindak pidana umum dan narkoba. Mereka dengan berbeda masa hukuman, ada 1 tahun, 2 tahun, bahkan 10 tahun. Meski bernama Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA), namun Lapas ini terbilang untuk umum. Karena tergabung dengan sekitar 256 WBP dewasa.

Tubagus menyampaikan banyak program yang dilakukan untuk WBP anak-anak di LPKA Maros. Hal ini dilakukan dengan harapan menjadi bekal bagi anak-anak ketika bebas.

“Alhamdulillah, kami melakukan pembinaan dengan pengajian, bersih-bersih, tadi malam kita lakukan Yamaha atau Yasinan. Kita berharap ini bisa meningkatkan ketakwaan anak-anak kepada Allah,” sebutnya.

Ia mengaku, rata-rata para WBP anak-anak ini putus sekolah dan dalam lingkungan keluarga kurang baik. Olehnya itu, sebagai generasi muda masih perlu pendampingan khusus memberikan pemahaman nilai-nilai untuk menjadi orang yang lebih baik kedepannya.

“Anak-anak dibekali dengan pendidikan formal dan informal. Pendidikan informal disebut Sekolah Mandiri Merdeka yang pengajarnya dari pegawai LPKA II Maros, sementara pendidikan formal dari Dinas Pendidikan,” ungkapnya.

Para WBP anak-anak pun mendapatkan pemahaman mulai tentang etika, tingkah laku, manajemen usaha, serta diajari komputer, dan pengetahuan lainnya.

“Terima kasih atas bantuan dari ibu-ibu, terutama dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, yang selalu memberi bantuan perlengkapan kepada anak-anak seperti masker dan hand sanitizer,” urainya.

Ia berharap, para WBP anak-anak ini setelah bebas tidak merasa tersisihkan dalam masyarakat. “Tempat ini mereka kita bina dan didik. Membuka kreativitas anak-anak untuk menjadi bekalnya nanti. Kita punya komitmen, jika yang bebas semua harus bisa mengaji, jadi (meski cukup masa tahanan) tapi tidak bisa bebas jika tidak bisa mengaji. Jadi mereka paham Salat dan ada juga yang menghafal Al-Qur’an,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua I TP PKK Sulsel, Amelia, sekaligus Ketua Andalan Mengaji, menyampaikan, kegiatan ini diinisiasi Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, dan Plt Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel, Naoemi Octarina. Ia merasa terharu dan prihatin atas hukuman dari anak-anak itu. Serta berharap, anak-anak yang menjalani masa pembinaan di LPKA II Maros ini bisa mendapatkan bekal untuk menjadi generasi yang lebih baik kedepannya.

“Tujuan kami berkunjung ini untuk memberikan dukungan dan support kepada anak-anak binaan agar mereka merasa adalah bagian dari kita yang diluar sehingga anak-anak bisa menjadi generasi yang lebih baik,” tuturnya.

“Kegiatan ini bersinergi antara Andalan Mengaji bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, TP PKK, Dharma Wanita, Iwapi, Bunda PAUD,” sambungnya.

Andalan Mengaji bersama organisasi wanita memberikan bantuan kepada anak-anak binaan LPKA. Diantaranya bibit pohon, perlengkapan mandi, kipas, serta bantuan lainnya. Serta dihadiri psikolog anak dari DP3A Sulsel yang memberikan motivasi kepada anak-anak binaan LPKA Kelas II Maros. (*)